Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HATRIANEXPRESS, JAKARTA – Layanan air minum perpipaan di Jakarta ditargetkan mencapai cakupan 100% pada 2029, Kamis (24/9/2026).
Kapasitas produksi air direncanakan meningkat menjadi 32.950 liter per detik guna mengejar target tersebut. Perluasan jaringan perpipaan itu dilakukan sampai 16.234 kilometer.
Langkah penambahan jaringan perpipaan bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah. Upaya ini juga berkaitan dengan penekanan penurunan muka tanah dan peningkatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menyatakan bahwa pengembangan layanan air perpipaan memerlukan investasi besar. Dana tersebut terutama dialokasikan untuk merevitalisasi jaringan pipa yang sebagian besar sudah berusia lebih dari dua dekade.
Revitalisasi jaringan ini penting guna mendongkrak kualitas layanan dan menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water.
“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Arief Nasrudin.
Arief turut membahas pengembangan jaringan air tersebut dalam forum Private CEO Roundtable di New York. Ia hadir sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan.
Ministry of Foreign Affairs Uni Emirat Arab bertindak sebagai penyelenggara undangan dalam forum tersebut. Pertemuan para pemimpin bisnis global ini mengkaji investasi sektor air yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur.
Peluang bisnis baru di sektor air turut dijajaki melalui pemanfaatan air untuk sistem water cooling pada data center. Penjajakan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital.
Alternatif pembiayaan kreatif atau creative financing juga dijajaki bersama sejumlah pemimpin bisnis. Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan investasi serta pengembangan infrastruktur air.
Aspek operasional pengelolaan air kini mulai didukung teknologi modern seperti smart water meter, integrated billing system, serta enterprise resource planning. Pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi dan keakuratan data pengambilan keputusan.











