Achmad Fauzan Penulis | Muklis Purwanto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Bank Sampah Bougenville RW 09, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, aktif mengelola sampah bernilai ekonomis bagi warga sekitar, Jum’at (30/10/2026).
Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendongkrak ekonomi kerakyatan terus tumbuh di tingkat akar rumput.
Berdiri sejak tahun 2020, unit pengelolaan sampah mandiri ini dipimpin oleh Ibu Mas’amah yang juga menjabat sebagai LMK RW 09. Keberadaan bank sampah ini memiliki legalitas formal dengan mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari pihak kelurahan. Sebagian besar motor penggerak kegiatan ini adalah para ibu kader PKK dan jumantik serta kader dasawisma RW 09 yang bahu-membahu mengedukasi masyarakat.
Dalam praktiknya, kegiatan bank sampah berfokus pada pengumpulan barang-barang bekas yang mempunyai nilai ekonomis seperti botol bekas air mineral, kardus, dan material daur ulang lainnya. Warga yang mendaftarkan diri sebagai nasabah menyerahkan sampah terpilah untuk ditimbang secara berkala oleh para pengurus.
Hasil penimbangan tersebut dicatat secara transparan ke dalam buku tabungan masing-masing nasabah. Hingga kini, jumlah nasabah aktif tercatat sekitar 25 orang. Kehadiran program ini terbukti memberikan nilai tambah nyata berupa pemasukan tambahan bagi para kader dan warga.
Keberhasilan operasional Bank Sampah Bougenville tidak lepas dari sinergi yang kuat dengan pihak berwenang. Pengurus secara rutin menjalin kerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kebayoran Lama. Jadwal pengangkutan hasil sampah warga dijadwalkan secara teratur setiap satu bulan sekali agar penumpukan material dapat dihindari.
Susunan Pengurus Bank Sampah Bougenville RW 09 Grogol Selatan:
-
Ketua: Mas’amah
-
Sekretaris: Tinuk Handayani
-
Bendahara: Siti Patimah
-
Anggota: Rina Wardani, Masniah, Sri Murtini, Atik Hertika, Misnati, Tri Wahyuningsih, Novi.
Melalui langkah nyata ini, pengurus berharap partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah terus meningkat. Pengelolaan sampah berbasis komunitas terbukti mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus memberikan solusi finansial bagi warga di tengah perkotaan.










