Saturday, 26 September 2026
Hot

DKI Dorong Peran Apoteker Cegah Obat Keras Remaja

Pemprov DKI Jakarta mendorong peran strategis apoteker sebagai agen perubahan untuk mencegah penyalahgunaan obat keras di kalangan remaja.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

Satpol PP Tindak Reklame di Trotoar Senopati Pemprov DKI Jakarta menekankan peran strategis apoteker dalam mencegah penyalahgunaan obat keras oleh remaja, Jumat (25/9/2026).

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyatakan bahwa apoteker perlu berfungsi sebagai agen perubahan. Keberhasilan sektor kefarmasian dinilai bukan hanya dari ketersediaan dan harga obat yang murah, melainkan pemahaman penggunaan obat di tingkat keluarga.

Berdasarkan riset lapangan di Kelurahan Johar Baru pada 2019, permintaan obat keras jenis Tramadol terbilang tinggi di kalangan remaja akibat pengaruh lingkungan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian menggelar penindakan lapangan berskala besar pada 2025.

Article ad in the middle of article

“Satpol PP DKI berhasil menyita lebih dari 39.436 butir Tramadol ilegal di berbagai wilayah. Paling berapa dus saja, sedikit ya. Tapi bahayanya, butir-butir ini merusak anak-anak kita,” ujar Ali Maulana Hakim.

Langkah penegakan hukum diterapkan melalui sanksi administrasi dan pidana berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Selain itu, regulasi diperkuat lewat pengesahan Perda Nomor 3 Tahun 2026.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong apoteker memperkuat tiga peran strategis termasuk menggalakkan gerakan Dagusibu bersama Dinas Kesehatan. Gerakan tersebut meliputi edukasi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

“Jadi PR saya banyak ke Agent of Change ini sebenarnya. Karena ini adalah edukasi yang paling langsung ke sasarannya, langsung ke warga. Salah satunya adalah pengakses daripada obat-obatan dengan O atau label K keras. Ya, saya sebut salah satunya mungkin Tramadol,” ujar Savitri Handayana.

Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta tersebut menambahkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan guna mengedukasi warga khususnya remaja terkait bahaya obat-obatan tersebut.

Sumber:
  • https://www.antaranews.com/berita/5757981/dki-soroti-peran-apoteker-cegah-penyalahgunaan-obat-keras-pada-remaja?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right
Article ad after last paragraph