Wednesday, 23 September 2026
Hot

Kisah Teladan Rasulullah Warnai Peringatan Maulid Nabi di Majelis Al Fatah

Majelis Al Fatah Grogol Selatan, Jakarta Selatan, sukses gelar Maulid Nabi Muhammad SAW bersama santri cilik dan warga dengan penuh khidmat dan gembira.

Article ad before first paragraph

Achmad Fauzan Penulis | Muklis Purwanto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA  — Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan tampak menyelimuti Jalan Rawa Simprug III, RT 06/RW 05, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Majelis Al Fatah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melibatkan puluhan santri cilik berusia 4 hingga 14 tahun serta warga sekitar.

Acara yang diprakarsai oleh pendiri Majelis Al Fatah, Ustadz Harjani, ini dirancang khusus agar ramah anak. Melalui kombinasi pembacaan kisah teladan, dongeng inspiratif, hingga permainan interaktif, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para peserta cilik.

Article ad in the middle of article

maulid-nabi-majelis-al-fatah-kebayoran-lama-2026

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan kisah Maulid Barzanji yang dilantunkan secara khusyuk oleh Ustadz Harjani bersama Ketua RT 06/05, Bapak Fachrul. Nuansa keakraban semakin terasa ketika dua santriwati cilik, Alana dan Naura, memandu jalannya acara sebagai pembawa acara (Master of Ceremonies) dengan penuh percaya diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri cilik Iyaz, yang didampingi oleh Muhni sebagai saritilawah.

Dalam sambutannya, Ketua RT 06/05, Bapak Fachrul, mengapresiasi kekompakan panitia, para orang tua, dan warga yang telah menyukseskan acara pengajian anak-anak ini.

“Atas nama pengurus RT, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, orang tua, dan seluruh warga yang telah membantu terselenggaranya acara pengajian anak-anak dalam rangka Maulid Nabi ini. Acara ini sangat baik untuk mengenalkan kecintaan anak-anak kita kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini,” ujar Fachrul.

Ia juga berpesan kepada anak-anak agar menyimak rangkaian acara dengan gembira serta meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, seperti rajin belajar, hormat kepada orang tua, dan rajin mengaji.

Puncak keceriaan anak-anak terpancar saat sesi cerita teladan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Ustadzah Khusnul Khotimah, didampingi Ustadzah Rini Puji Lestari.

Beliau memaparkan secara detail perjalanan hidup Rasulullah sejak lahir di kota Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Ustadzah Khusnul Khotimah menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW ditinggal wafat oleh ayahnya, Abdullah, saat masih berusia dua bulan di dalam kandungan. Pada usia enam tahun, sang ibu yang bernama Aminah juga meninggal dunia, disusul oleh wafatnya sang kakek saat nabi berusia delapan tahun.

Selama masa kecilnya, beliau disusui oleh Halimah Sa’diah dan kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, serta kakeknya, Abdul Mutholib. Pada usia sembilan tahun, Nabi Muhammad SAW mulai belajar berdagang bersama sang paman.

Memasuki usia 25 tahun, beliau dilamar oleh Khodijah yang dikenal sebagai seorang bangsawan dermawan dan sholehah. Selanjutnya pada usia 35 tahun, nabi berhasil mempersatukan kaumnya dan mendapatkan gelar kehormatan pertama yaitu Al Amin.

Dengan gaya bertutur yang interaktif, Ustadzah Khusnul memaparkan perjalanan hidup Rasulullah mulai dari kelahiran di Mekkah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, masa kecil yang penuh ujian sebagai anak yatim piatu di bawah asuhan kakek Abdul Muthalib dan paman Abu Thalib, hingga diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun.

Anak-anak tampak antusias mendengarkan kisah perjuangan dakwah Nabi, peristiwa penting seperti Isra Mikraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha untuk menerima kewajiban shalat lima waktu, hingga wafatnya Rasulullah di Madinah.

Untuk menguji pemahaman para santri, Ustadz Harjani kemudian memandu sesi game edukasi seputar kisah Nabi Muhammad SAW yang diikuti secara antusias oleh  santri dan santriwati. Suasana riuh gembira mewarnai sesi tanya jawab berhadiah tersebut.

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi di Majelis Al Fatah ini ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Harjani, dilanjutkan dengan ramah tamah antara pengurus majelis, santri, santriwati, dan warga sekitar sebagai simbol eratnya kerukunan bertetangga.

Article ad after last paragraph