Friday, 23 October 2026
Hot

Pramono Ungkap Kunci Inflasi Jakarta Terjaga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan monitoring berkala harga pangan menjaga laju inflasi ibu kota terkendali di angka 2,71 persen.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan pemantauan berkala terhadap harga pangan menjaga laju inflasi ibu kota tetap terkendali dengan baik pada September 2026, Rabu (September 2026).

Tingkat inflasi tahunan Jakarta tercatat berada di level 2,71 persen. Angka tersebut terpantau berada di bawah catatan inflasi nasional sebesar 3,28 persen pada September 2026.

“Ada beberapa hal yang berkaitan dengan bagaimana inflasi Jakarta ini bisa terjaga dengan baik. Yang pertama adalah bagaimana kita memonitor tentang keterjangkauan harga,” kata Pramono dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III tahun 2026 di Balai Kota.

Article ad in the middle of article

Pemerintah daerah memberi kemudahan ketersediaan pangan melalui izin impor sapi oleh Dharma Jaya untuk menjamin pasokan daging. Pengembangan fasilitas pendukung pasokan tersebut kini sedang disiapkan di Ciangir.

“Dharma Jaya yang dulu enggak pernah dipikirkan untuk mempunyai stok sapi, sekarang diizinkan, bahkan di Ciangir sekarang ini kita siapkan untuk mengembangkan itu,” kata Pramono.

Faktor kedua pengendali inflasi adalah kelancaran arus distribusi barang kebutuhan pokok. Kesiapan stok daging terbukti mencukupi saat perayaan hari besar Idul Fitri dan Idul Adha 2026.

“Maka faktor kenaikan inflasi di Jakarta hampir tidak ada yang berkaitan dengan daging. Yang saya kaget yang berkaitan dengan cabai masih ada, cabai keriting, ya beras masih ada tapi sedikit,” ujar Pramono.

Pramono menambahkan bahwa stabilitas inflasi Jakarta turut didukung oleh kepastian stok pangan di pasar. Selain itu, penyampaian informasi secara transparan kepada masyarakat ikut menjaga stabilitas tersebut.

Sumber:
  • https://www.antaranews.com/berita/5801757/pramono-sebut-monitoring-harga-pangan-jadi-faktor-inflasi-dki-terjaga
Article ad after last paragraph