Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Stafsus Menag Gugun Gumilar menemui korban kericuhan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, untuk memastikan penegakan hukum dan memberikan dukungan langsung kepada keluarga korban, Selasa (6/10/2026).
Gugun Gumilar melakukan pertemuan tersebut setelah menerima ribuan pesan serta masukan dari masyarakat luas terkait insiden terkait petasan. Ia berdiskusi langsung dengan Amanda Andono selaku korban untuk menentukan langkah penyelesaian selanjutnya.
“Korban sudah melapor kepada pihak berwajib malam ini di Polres Jaksel dan meminta keadilan untuk Ibu Amanda,” ujar Gugun Gumilar.
Ia memastikan tindakan yang menimpa Amanda Andono dan Sandra di muka umum telah masuk dalam ranah pidana. Kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat bertujuan menjaga kerukunan umat sekaligus memberikan pelayanan secara adil.
“Saya mengawal langsung agar pelaku diproses dan setuju untuk diadili,” tegas Gugun Gumilar.
“Kemenag hadir mengawal kerukunan umat dan melayani umat secara adil. Insya Allah kami bantu untuk keluarga korban,” ujar Gugun Gumilar.
Peristiwa kericuhan ini bermula dari rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (3/10/2026).
Dentuman petasan serta kembang api dilaporkan menggelegar selama kurang lebih satu jam sejak pukul 01.00 WIB dan mengganggu waktu istirahat warga sekitar.
Gugun turut mengajak semua elemen masyarakat agar senantiasa menjaga kerukunan serta menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Pihaknya juga membuka diri terhadap kritik dan masukan konstruktif demi meningkatkan kualitas pelayanan publik Kementerian Agama.
Sumber:
- https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8694252/stafsus-menag-temui-korban-kericuhan-maulid-di-pondok-pinang-janji-kawal-proses-hukum











