Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan penyemprotan air (water mist) serentak di lima wilayah ibu kota pada Minggu, sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa water mist bertujuan mengendalikan debu dan partikulat di udara. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
“Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,” ujar Uus Kuswanto.
Meskipun Jakarta berjarak cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI memilih mengambil langkah antisipasi dini. Abu vulkanik dilaporkan sempat terdeteksi hingga kawasan Monumen Nasional (Monas).
Uus menegaskan bahwa pelaksanaan water mist tidak berarti seluruh wilayah Jakarta terdampak abu vulkanik. Tindakan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi peningkatan partikulat di udara.
Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) untuk melakukan penyemprotan di sejumlah koridor. Pelaksanaan kegiatan akan terus dievaluasi dan dilakukan sesuai kebutuhan.
Penyemprotan dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta, mencakup koridor utama seperti Silang Monas, serta Jalan M.H. Thamrin dan Jenderal Sudirman.
Di Jakarta Utara, penyemprotan meliputi Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit. Wilayah Jakarta Pusat menyasar koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.
Sementara itu, di Jakarta Timur, kegiatan berlangsung dari Green Pramuka hingga UKI, serta area Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang. Di Jakarta Selatan, fokus penyemprotan adalah Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village, dan Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi.
Untuk Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan area sekitarnya.
Dalam upaya mitigasi ini, Dinas Gulkarmat DKI mengoperasikan tujuh titik water mist, masing-masing diperkuat dua unit sehingga total menjadi 14 unit. Operasi ini didukung 70 personel dengan kapasitas tangki 10.000 liter per dua unit.
Dinas Lingkungan Hidup DKI mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter dan dua tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Dinas Pertamanan dan Kehutanan mengerahkan 77 tangki dan 144 personel.
Pemprov DKI turut mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk berpartisipasi dalam mitigasi di lingkungan masing-masing.
Selain itu, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna memastikan setiap langkah mitigasi didasarkan pada informasi resmi dan kondisi aktual di lapangan.


