Achmad Fauzan Penulis | Muklis Purwanto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Suasana penuh khidmat, kehangatan, dan kekeluargaan mewarnai peringatan hari lahir atau milad ke-65 Dr. H. Bambang Priyono, S.H., M.H, Rabu (16/9/2026).
Acara syukuran yang sarat akan nilai-nilai sosial dan keagamaan ini digelar di kawasan Jalan Rawa Simprug II, RT 01/RW 05, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Rangkaian acara yang berlangsung khusyuk ini dihadiri oleh keluarga besar Dr. H. Bambang Priyono, jemaah serta pengurus Masjid Al Ma’ruf, perwakilan Yayasan Al Amanah Yatim Piatu dan Duafa, anak-anak yatim piatu asal Kebayoran Baru, serta warga sekitar yang antusias hadir untuk mendoakan dan berbagi kebahagiaan.
Acara yang dipandu oleh Ustadz H. Jaelani selaku pembawa acara (MC) ini dibuka dengan lantunan indah pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh tim Hadroh. Lantunan shalawat tersebut langsung menghadirkan nuansa spiritual yang menyejukkan hati para tamu undangan yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Dr. H. Bambang Priyono menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT atas nikmat usia dan kesehatan yang diberikan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh tamu undangan, anak-anak yatim piatu, duafa, serta masyarakat sekitar yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakannya di usianya yang menginjak 65 tahun.
Tausiyah: Keutamaan Memuliakan Anak Yatim
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah kondang, K.H. Dr. Ahmad Miftahur Risky, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para jemaah mengenai kedekatan Nabi Muhammad SAW dengan anak-anak yatim piatu.
“Orang-orang yang peduli dan menyayangi anak yatim kelak akan berada sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW di surga. Bahkan, di dalam surga terdapat pintu khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang yang senang menggembirakan anak-anak kecil, terutama anak-anak yatim,” ungkap K.H. Ahmad Miftahur Risky.
Lebih lanjut, ia juga menguraikan makna syukur atas nikmat panjang umur yang tidak sederhana. Menurutnya, standar kebaikan yang hakiki di hadapan Allah SWT adalah konsistensi dalam melakukan amal kebajikan, salah satunya dengan membahagiakan sesama.
Kiai Miftahur Risky turut membagikan kisah inspiratif tentang Jabir bin Abdullah, seorang anak yatim yang memiliki tujuh orang adik namun tetap bersemangat menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Ia menekankan bahwa keluarga yang bahagia bukanlah diukur dari harta kekayaan atau jabatan tinggi, melainkan keluarga yang senantiasa menghadirkan nilai-nilai teladan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Ditutup Doa Bersama dan Ramah Tamah
Rangkaian acara spiritual kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, dan tahmid yang dipimpin oleh Ustadz H. Jaelani. Doa tahlil penutup dipimpin secara khusus oleh Ustadz H. Muslim untuk memohon keberkahan, kesehatan, serta keselamatan bagi Dr. H. Bambang Priyono beserta keluarga.
Sebagai wujud nyata rasa syukur, acara milad ini diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa. Suasana haru dan bahagia tampak jelas di wajah para penerima santunan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan santap malam bersama, mempererat tali silaturahmi antara tuan rumah, para ulama, yayasan sosial, dan warga masyarakat Kebayoran Lama.









