Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mendata 8.406 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari sampai awal Oktober 2026, Rabu (14/10/2026).
Jumlah tersebut tercatat mulai awal tahun hingga tanggal 5 Oktober 2026. Masyarakat diminta agar lekas mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila merasakan tanda-tanda jangkitan.
“Jumlah kasus TB yang ditemukan di Jakarta selatan periode Januari sampai 5 Oktober 2026 sebanyak 8.406 kasus,” ujar Fitria Ramdhita selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.
Fitria menjelaskan bahwa warga perlu mewaspadai beberapa indikasi awal penyakit menular ini. Langkah pemeriksaan mandiri ke fasilitas kesehatan sangat dianjurkan bagi orang yang mengalami indikasi tersebut.
“Mari kenali gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, berkeringat di malam hari, dan berat badan menurun,” ujar Fitria Ramdhita.
Selain itu, pemeriksaan lanjutan atau skrining wajib dijalani oleh individu yang mempunyai riwayat kontak langsung dengan penderita TBC. Penyakit ini dapat disembuhkan dan penularannya bisa dihentikan lewat pencegahan tepat.
“Segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan dan lakukan skrining TBC, terutama jika memiliki kontak erat dengan pasien TBC. TBC dapat disembuhkan dan penularannya dapat dicegah,” ujar Fitria Ramdhita.








