Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Utara menggalakkan pemanfaatan transformasi digital untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran, Rabu (14/10/2026).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial. Sebanyak 70 peserta dari unsur kelurahan, kecamatan, serta Pendamping Bantuan Sosial se-Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengikuti kegiatan ini.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara Anita Permata Sari menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman aparatur kewilayahan dalam memanfaatkan sistem digital. Selain itu, sosialisasi ini juga berfokus pada mekanisme pengusulan warga yang berhak menerima bantuan tetapi belum terdata.
“Kami telah mengedukasi 70 peserta dari unsur kecamatan, kelurahan, dan Pendamping Bantuan Sosial (Pendamsos) se-Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu,” ujar Anita Permata Sari kepada Antara di Jakarta, Rabu.
Anita menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung efektivitas program bantuan sosial. Optimalisasi peran agen perlindungan sosial serta koordinasi lintas pemangku kepentingan dinilai penting agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar.
“Kami berkomitmen mendukung penyaluran bansos yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ujar Anita Permata Sari.
Ia juga menambahkan bahwa para peserta diharapkan mampu menerapkan sistem baru ini secara optimal. “Kami berharap para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan Perlinsos Digital agar pengusulan bansos semakin tepat sasaran,” ujar Anita Permata Sari kepada Antara di Jakarta, Rabu.
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Rony Japriko menyatakan bahwa pemanfaatan aplikasi digital ini akan mempermudah petugas di wilayah dalam mengusulkan warga yang membutuhkan.
“Melalui aplikasi ini, warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum terdata dapat diusulkan melalui petugas di tingkat wilayah,” ujar Rony Japriko.
Acara sosialisasi tersebut turut menghadirkan perwakilan Dewan Ekonomi Nasional Guntur Agustin Sinaga serta Ketua Tim Pelayanan Penggunaan dan Diseminasi Data Pusdatin Kemensos Raden Roro Endah Noorwidayati. Peserta mendapatkan materi seputar pemeringkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kategori desil beserta indikator perubahannya.
“Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai penilaian kesejahteraan masyarakat sehingga proses pengusulan penerima bansos dapat dilakukan secara lebih tepat,” ujar Rony Japriko.
Kementerian Sosial berencana melanjutkan sosialisasi secara langsung di wilayah untuk memperluas pemahaman publik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaring warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Melalui sosialisasi dan penguatan koordinasi pusat dan daerah, kami berharap warga yang memenuhi kriteria dapat diusulkan sebagai penerima bansos sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Rony Japriko.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5785021/jakut-dorong-penyaluran-bansos-transparan-lewat-transformasi-digital








