Thursday, 15 October 2026
Hot

Kebakaran di Penjaringan Hanguskan 150 Rumah, 2 Tewas

Kebakaran melanda Penjaringan, Jakarta Utara, menghanguskan 150 rumah dan menewaskan dua warga. Petugas menduga korsleting listrik sebagai pemicu insiden.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Kebakaran melanda permukiman di Jalan Kertajaya IV RT 07 dan 17 RW 014 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, hingga menghanguskan 150 rumah dan menewaskan dua orang, Kamis (15/10/2026).

Peristiwa nahas tersebut melanda area permukiman seluas sekitar 6.400 meter persegi. Dampak kobaran api menyebabkan sedikitnya 500 jiwa dari 200 keluarga harus mengungsi di dua musala sekitar lokasi.

Laporan pertama terkait kebakaran diterima pihak pemadam kebakaran pada pukul 13.55 WIB melalui kedatangan warga langsung ke kantor damkar. Penanganan penyemprotan air resmi dimulai pukul 14.00 WIB dengan mengerahkan sebanyak 27 unit armada dan 135 personel.

Article ad in the middle of article

Petugas berhasil mengendalikan amukan si jago merah pada pukul 15.17 WIB. Selanjutnya, tahapan pendinginan di area kebakaran mulai berlangsung tepat pada pukul 15.41 WIB.

“Dugaan penyebab kebakaran masalah listrik,” kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakut, Gatot Sulaiman.

Musibah kobaran api ini merenggut dua korban jiwa yang merupakan warga setempat. Pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan dan identifikasi di lokasi pascakejadian.

“Betul (dua orang meninggal dunia). Masih kami identifikasi. Proses olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra.

Korban meninggal diketahui merupakan nenek dan cucunya, yakni perempuan bernama Wulan dan seorang anak bernama Muhammad Nabil berusia 6 tahun. Selain korban jiwa, seorang petugas damkar dilarikan ke RSUD Koja serta satu warga dirawat di Rumah Sakit Atma Jaya akibat menderita luka bakar.

“Ibu Wulan kalau nggak salah umur sekitar 70 atau 80 tahun. Nama lengkapnya saya kurang paham, panggilannya selalu Bu Wulan aja gitu kan. Nah, cucunya namanya Muhammad Nabil, 6 tahun,” kata warga setempat, Sidik (38), di Penjaringan, Jakut, Rabu (14/10).

“Korban luka abang saya nih, abang kandung lagi dirawat di Rumah Sakit Atma Jaya, luka bakar. Informasinya sih jam 5 sore ini nanti dioperasi plastik,” ujarnya.

Saksi mata menduga titik awal api berasal dari sebuah bangunan kosong tak berpenghuni berbahan kayu tripleks. Titik tersebut berada persis di bagian belakang bangunan rumah milik korban yang meninggal dunia.

“Itu kan bangunan kosong, dua pintu. Bangunan kosong udah lebih dari 5 tahun, bangunannya itu full kayu tripleks. Full kayu tripleks, kosong udah bertahun-tahun. Nah, dari bangunan itu ada api, dari situ titik awalnya saya lihat, api itu. Nah, di belakang rumah itu yang kosong, rumah yang korban meninggal,” kata Sidik di lokasi kebakaran, Rabu (14/10).

“Pas saya lagi ngecat, tiba-tiba ada suara pletak-pletok dan angin kencang. Pas saya ke belakang, hawa panas gitu. Api udah naik ke lantai dua, sudah tinggi, sudah gede. Api langsung gede, saya langsung turun ke bawah teriak, ‘Kebakaran!’,” kata Sidik.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya sambil menyelamatkan surat berharga. Selain itu, warga juga membuka akses rumah bertingkat guna mempermudah jangkauan selang petugas damkar.

“Warga langsung ngejar-lah bahasanya, warga nyari air gitu. Rame-rame itu warga. Dan yang saya fokus itu anak istri sama berkas-berkas penting yang ada di rumah gitu kan. Karena saya tinggal di rumah belakang itu yang persis temboknya tuh persis yang tinggi. Jadi saya fokus di situ, langsung saya bantu pemadaman,” katanya.

“Saya bukain pintu, itu kan tiga lantai, Pak. Saya bukain pintu, ‘Silakan,’ saya bilang. Karena atas itu enak nyemprotnya dan jangkauannya luas, saya bilang. Setelah jam 5 sore kurang lebih sudah mati. Yang saya sayangkan ada korban jiwa tetangga saya belakang rumah. Dua orang, nenek sama cucunya,” kata Sidik.

Total bangunan tempat tinggal yang terdampak kobaran api mencapai 150 unit. Rumah-rumah tersebut tersebar di wilayah rukun tetangga 07 dan 17 Kelurahan Penjaringan.

“Objek terbakar 150 rumah,” kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakut, Gatot Sulaiman, dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Sejumlah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi ratusan pengungsi telah mulai berdatangan ke tempat penampungan. Pihak rukun tetangga setempat mengharapkan adanya bantuan tambahan yang diprioritaskan bagi balita serta anak-anak usia sekolah.

“Bantuan udah alhamdulillah datang ya. Dari PMI, BPBD, udah datang. Mudah-mudahan aja bantuan yang buat anak sekolah ya, sama balita,” kata Ketua RT 7, Oman (50).

Hingga Rabu (14/10) pukul 11.00 WIB, sisa-sisa puing bangunan hangus masih berserakan dan garis polisi tampak terpasang di lokasi musibah. Sebagian warga terlihat memeriksa sisa-sisa puing untuk mencari barang kepemilikan yang masih dapat terselamatkan.

Sumber:
  • https://news.detik.com/berita/d-8707665/dugaan-api-dari-rumah-kosong-di-jakut-picu-kebakaran-maut
Article ad after last paragraph