Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Konser grup musik Kotak dihentikan lebih awal setelah muncul sebaran gas misterius berbahaya di kawasan Kota Tua, Minggu (13/9/2026).
Insiden tersebut membuat vokalis Kotak, Tantri Syalindri dan para pengunjung mengalami sesak napas. Peristiwa ini terjadi ketika band Kotak membawakan lagu Pelan-Pelan Saja yang merupakan salah satu lagu andalan mereka.
“Ketika itu sudah tercium bau udara tidak enak, namun tetap performance. Namun di tengah-tengah lagu, tercium sangat pedas di mata. Beliau, Tantri Kotak, merasa tidak enak dan sesak napas,” ujar Denny Aputra, Kepala UPK Kota Tua.
Tantri akhirnya harus turun dari panggung untuk menyelamatkan diri dan menggunakan oksigen portabel. Penyelenggara kemudian memutuskan untuk menghentikan konser pada lagu kesepuluh guna melakukan pemulihan dan sterilisasi area.
Pihak pengelola menduga ada unsur kesengajaan dari oknum tertentu yang menyebarkan zat kimia menyerupai gas air mata. Petugas tidak menemukan adanya bekas jelaga maupun serbuk saat melakukan pembersihan di lokasi.
“Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja,” ujar Denny Aputra.
Selain masalah kesehatan, sejumlah penonton juga dilaporkan kehilangan ponsel dan mendapat pertolongan pertama dari tim P3K. Satu orang terduga pelaku berhasil diamankan oleh petugas gabungan dan dilaporkan ke Polsek Tamansari.
“Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari,” ujar Denny Aputra.
UPK Kota Tua menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada acara yang merupakan rangkaian Jakarta Light Festival tersebut. Pengelola berencana memperketat Standar Operasional Prosedur keamanan ke depan.
“Kami dari UPK juga ingin menyampaikan permohonan maaf bila seandainya pelaksanaan ini menjadi tidak nyaman. Kita memang mesti melihat SOP lagi keberlanjutan berikutnya lagi buat keamanan semuanya. Salah satu caranya adalah kita memperketat dan membuat ruang terbuka lebih banyak, sehingga lebih mudah kita identifikasi orang-orang yang ingin melakukan kegiatan seperti ini,” ujar Denny Aputra.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5740715/ini-kronologi-konser-band-kotak-di-kota-tua-dihentikan








