Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah mempersiapkan pengembangan besar-besaran kawasan Blok M menuju konsep Ultimate Development Blok M untuk menciptakan area mixed-use terintegrasi, Jumat (25/9/2026).
Rencana perubahan ini bertujuan mengoptimalkan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang nyaman. Konsep tersebut dirancang untuk menyatukan area komersial, hotel, apartemen, serta terminal modern yang ramah pejalan kaki.
Sebelumnya, transformasi tahap awal menjadi Blok M Hub telah berjalan sejak tahun 2025 melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Setelah lebih dari 100 hari aktivasi, kawasan ini kini menarik minat hingga 25.000 pengunjung setiap harinya sebagai pusat kuliner dan gaya hidup.
“Ini bagaimana bertransformasi, tunggu tanggal mainnya, akan menjadi revitalisasi besar. Ini sudah, revitalisasi besar yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya tuh lebih nyaman lagi,” ujar M. Iqbal Bimo Arifianto, Division Head Property Management MRT Jakarta di JB Tower
Dalam pengembangannya, MRT Jakarta menerapkan metode 3A 1C yang meliputi aksesibilitas, fasilitas pendukung, daya tarik, serta pelibatan komunitas. Kerja sama juga dijajaki dengan gedung sekitarnya seperti Pasaraya dan Blok M Square untuk menciptakan integrasi yang solid.
“Nanti kan akan ada kejutan di beberapa bulan ke depan Blok M Hub akan ada revitalisasi besar, yang kelihatannya mungkin akan ada tower. Nah itu kita akan melakukan pencarian mitra kerja sama, yaitu mungkin ada investor,” jelas M. Iqbal Bimo Arifianto.
Untuk menyukseskan rencana ini, MRT Jakarta mencari pendanaan luar negeri dalam acara TOD Investment Forum 2026 di Singapura. Beberapa proyek lain juga tengah disiapkan, termasuk Kali Besar Heritage, Blok M Interchange, hingga XGL Mixed-Use.











