Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta mendekatkan museum ke ruang publik lewat pameran “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” di Stasiun MRT Bundaran HI, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama Museum Kehutanan serta Asosiasi Museum Indonesia DKI Jakarta Paramita Jaya ini berlangsung hingga 18 Oktober 2026. Acara ini menampilkan koleksi kayu, flora, fauna, peralatan kehutanan, hingga beragam media interaktif dan aroma station.
Pemilihan Stasiun MRT Bundaran HI bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap edukasi sejarah dan budaya. Langkah ini sekaligus memperluas fungsi area publik sebagai sarana pembelajaran bagi warga ibu kota.
Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, menyampaikan pesan penting dalam pembukaan acara tersebut.
“Melalui pameran ini, mari kita melihat hutan bukan hanya sebagai bagian dari alam yang perlu dilindungi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan, dan masa depan manusia,” ujar Retno Setiowati di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa pameran ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Jakarta akan pentingnya kelestarian alam.
“Kesadaran tersebut, diharapkan, dapat mendorong, tubuhnya kepedulian, terhadap, kualitas udara, rumah hijau, sebagai bagian dari, usaha bersama, membuat kota, sehat, dan muda, berkualitas,” kata Retno Setiowati.
Edukasi Publik dan Penguatan Literasi Kebudayaan
Sementara itu, Kementerian Kehutanan turut mendukung pameran yang bertepatan dengan momentum Hari Museum Indonesia ini. Pameran tersebut menyajikan data serta dokumentasi visual resmi guna memperkuat literasi masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Kementerian Kehutanan, Nuke Mutikania, menjelaskan tujuan keterlibatan kementeriannya.
“Kami ingin menghadirkan edukasi publik bagaimana meningkatkan dan menguatkan literasi publik supaya kebijakan-kebijakan yang kami ambil mudah dipahami masyarakat,” ujar Nuke Mutikania.
“Hutan bukan sekadar hamparan pegunungan hijau, hutan adalah pondasi, benteng sekaligus penopang utama dari peradaban. Dari ekosistem hutanlah, pasokan air dan udara segar,” katanya menambahkan.
Melalui sajian interaktif ini, pihak penyelenggara berharap generasi muda dapat terinspirasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kehutanan. Pengunjung stasiun kini dapat menikmati edukasi lingkungan sembari melakukan mobilitas harian.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5781712/pemprov-dki-dekatkan-museum-ke-ruang-publik-lewat-pameran-hutan?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=top_news








