HARIANEXPRESS, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup memulihkan kawasan ekosistem pesisir di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, melalui aksi penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang, Sabtu (23/5/2026).
Langkah pelestarian lingkungan ini berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Laut Sedunia 2026 yang jatuh pada Juni 2026. Kegiatan ini menjadi komitmen nyata pemerintah pusat untuk memperbaiki habitat laut yang rusak sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di perairan utara Jakarta.
Aksi konservasi alam ini melibatkan kerja sama lintas sektor, mulai dari aparat pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, hingga masyarakat nelayan setempat. Pihak kementerian memilih wilayah Kepulauan Seribu karena kawasan ini memegang peran krusial sebagai benteng pertahanan alami ibu kota dari ancaman abrasi laut. Selain itu, restorasi vegetasi pantai juga bertujuan mengembalikan fungsi ekologis laut sebagai sumber penghidupan ekonomi warga pesisir.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pemulihan wilayah pesisir membutuhkan konsistensi dari seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan belaka. Pola kerusakan karang dan penyusutan lahan hutan bakau akibat aktivitas manusia serta perubahan iklim harus segera dihentikan melalui edukasi masif. Melalui program ini, pemerintah mengintegrasikan perlindungan alam dengan pemberdayaan ekonomi berbasis pariwisata ramah lingkungan.
“Laut yang sehat adalah kunci keberlangsungan hidup kita semua. Melalui pemulihan ekosistem pesisir di Kepulauan Seribu ini, kita tidak hanya menanam mangrove dan karang, tetapi juga sedang membangun masa depan ruang hidup yang lebih aman dan sejahtera bagi generasi mendatang,” tegas Jumhur.
Petugas lapangan bersama para relawan menanam ribuan bibit bakau unggulan di area pesisir yang mengalami kerusakan parah. Tim penyelam juga memasang media khusus untuk mempercepat pertumbuhan struktur terumbu karang baru di dasar laut. Upaya rehabilitasi intensif ini diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas air laut serta mengembalikan populasi ikan dan biota laut lainnya secara bertahap di masa depan.
Dampak positif dari restorasi ini juga langsung menyasar pada penguatan sektor wisata bahari lokal yang sempat terdampak penurunan kualitas lingkungan. Pemerintah daerah mengapresiasi penuh inisiatif KLH dan berjanji akan memperketat regulasi pengawasan kawasan konservasi tersebut dari potensi pencemaran limbah.
Pastikan Anda terus memantau perkembangan informasi dan berita lingkungan hidup terkini lainnya dengan tetap mengikuti saluran berita tepercaya ini.