HARIANEXPRESS, JAKARTA – Ajang Pameran Temporer Museum Arkeologi Onrust 2026 saat ini tengah diselenggarakan oleh Unit Pengelola (UP) Museum Bahari Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pameran ini dinamakan “Dari Batavia ke Baitullah: Kenangan Haji di Masa Lalu” dan bertempat di Pulau Onrust, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan. Acara pameran akan berlangsung cukup lama, mulai dari tanggal 21 Agustus 2026 hingga 1 Januari 2027.
Pameran ini memberikan kesempatan langka bagi masyarakat untuk memahami perjalanan suci haji. Masyarakat dapat melihatnya tidak hanya sebagai sebuah ritual spiritual semata, namun juga sebagai sebuah perjalanan sejarah yang mendalam.
Mengungkap Sejarah Panjang Perjalanan Haji di Indonesia
Kepala UP Museum Bahari Jakarta, Mis’ari, menyatakan bahwa pameran ini secara khusus mengeksplorasi sejarah perjalanan ibadah haji di masa lampau. Pada era tersebut, perjalanan laut menjadi moda transportasi utama dan pilihan yang dominan bagi para jemaah.
Melalui tampilan pameran yang disajikan, pengunjung diajak untuk menelusuri dan memahami perjalanan yang sangat panjang. Perjalanan tersebut juga penuh dengan tantangan yang harus dilalui oleh para jemaah haji dari seluruh kepulauan Indonesia (Nusantara) menuju Tanah Suci.
“Pulau Onrust merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan haji di Indonesia. Dari tahun 1911 hingga 1933, pulau ini berfungsi sebagai Pusat Karantina Haji di bawah pemerintahan Hindia Belanda, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kepulangan jemaah,” ujar Mis’ari.
Penjelasan Mis’ari menyoroti betapa krusialnya Pulau Onrust dalam narasi perjalanan haji di Tanah Air. Fungsi pulau ini sebagai Pusat Karantina Haji adalah bukti peran strategisnya pada masa itu.
Kolaborasi Internasional dan Kekayaan Artefak Pameran
Mis’ari juga menambahkan, pameran “Dari Batavia ke Baitullah” terwujud berkat kolaborasi erat dengan beragam institusi. Lembaga-lembaga ini berasal baik dari Indonesia maupun dari luar negeri.
Beberapa di antaranya adalah Kesultanan Oman dan Kementerian Warisan dan Pariwisata Kesultanan Oman. Selain itu, ada juga kontribusi penting dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Departemen Arkeologi Universitas Indonesia, di samping mitra-mitra lainnya.
“Melalui koleksi artefak, arsip foto, dan narasi sejarah, kami berusaha menghidupkan kembali kenangan perjalanan haji masa lalu, sekaligus memperkenalkan peran strategis Pulau Onrust dalam jaringan maritim global,” jelasnya.
Pameran ini secara khusus menampilkan berbagai koleksi artefak, arsip foto, dan narasi sejarah yang kaya. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali memori perjalanan haji yang pernah terjadi di masa lampau.
Tidak hanya itu, pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan betapa strategisnya peran Pulau Onrust dalam konteks jaringan maritim global. Pulau ini memiliki jejak penting dalam sejarah pelayaran dunia.
Pulau Onrust sebagai Destinasi Edukasi dan Wisata Sejarah
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kepulauan Seribu, Purnomo, menyambut baik penyelenggaraan pameran ini. Ia percaya pameran ini akan sangat membantu dalam memperkenalkan sejarah Pulau Onrust ke khalayak yang lebih luas dan dengan pemahaman yang lebih mendalam.
“Pameran ini memungkinkan kita melihat perjalanan haji tidak hanya sekadar perjalanan spiritual. Ia juga merupakan perjalanan panjang yang mempertemukan budaya dan pengetahuan. Pulau Onrust menyimpan kekayaan sejarah yang perlu diketahui generasi muda,” tutur Purnomo.
Purnomo juga menyampaikan bahwa pameran ini menghadirkan kesempatan belajar yang sangat bernilai. Oleh karena itu, ia mendorong dan mengundang seluruh masyarakat untuk mengunjungi Pulau Onrust.
Dengan berkunjung ke sana, masyarakat dapat menjelajahi berbagai daya tarik sejarah yang kaya di Kepulauan Seribu. Ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan kemudahan transportasi yang ada.
Untuk aksesibilitas, pengunjung bisa menggunakan paket penjelajahan pulau satu kali jalan yang ditawarkan oleh Dinas Perhubungan. Paket tersebut tergolong terjangkau dan menggunakan armada kapal milik dinas.
Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah siapa saja yang ingin mendalami warisan sejarah yang tersimpan di Pulau Onrust. Pameran ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini bagi para pengunjung.