Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA PUSAT – Tiga aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat hari ini, dengan 760 personel gabungan kepolisian disiagakan untuk pengamanan, Senin (7/9/2026).
Kepolisian akan mengamankan tiga titik unjuk rasa yang berbeda di wilayah Jakarta Pusat. Demonstrasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dengan tuntutan masing-masing.
Kasubsi Penmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa unjuk rasa pertama akan digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monumen Nasional (Monas).
“Unjuk rasa pertama ada Aksi Bakar Diri Saudara Riduan dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” ujar Iptu Erlyn Sumantri.
Titik aksi kedua akan berlangsung di depan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Jalan Latuharhary, kawasan Menteng.
“Aksi unjuk rasa titik kedua akan digelar oleh Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumut. Sasaran aksinya bertempat di depan Komnas HAM RI, Jalan Latuharhary,” jelas Iptu Erlyn Sumantri.
Sementara itu, unjuk rasa ketiga direncanakan di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi ini akan dilakukan oleh kelompok eks karyawan PT Hillconjaya Sakti.
“Unjuk rasa ketiga dari kelompok eks karyawan PT Hillconjaya Sakti di Gedung DPR/MPR RI,” ungkap Iptu Erlyn Sumantri.
Untuk mengawal dan mengamankan seluruh aksi penyampaian pendapat tersebut, sebanyak 760 personel kepolisian telah disiagakan. Mereka terdiri dari gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek jajaran, dan tim Yan Unras lainnya.
“Sebanyak 760 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk pengamanan aksi unjuk rasa bersama tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya,” tutur Iptu Erlyn Sumantri.
Polisi juga telah menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas yang bersifat situasional. Pengaturan ini akan disesuaikan dengan dinamika dan eskalasi jumlah massa di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintasi kawasan demonstrasi. Mencari rute alternatif disarankan guna menghindari kemacetan selama aksi berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutup Iptu Erlyn Sumantri.


