Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Bapemperda DPRD DKI Jakarta mendorong PT Transjakarta mengelola transportasi udara. Inisiatif ini bertujuan mendukung mobilitas warga Kepulauan Seribu, terutama untuk layanan kesehatan darurat, Selasa, (01/09/2026).
Abdul Aziz, Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, menekankan pentingnya transportasi udara untuk mempercepat mobilitas penduduk Kepulauan Seribu. Hal ini krusial dalam penanganan medis yang membutuhkan waktu respons cepat.
Selain itu, transportasi udara dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak menggunakan jalur laut. Peningkatan konektivitas diharapkan mempermudah mobilitas warga di Kepulauan Seribu.
Rencana pengambilalihan pengelolaan transportasi umum menuju dan antar wilayah Kepulauan Seribu oleh PT Transjakarta dari Dinas Perhubungan (Dishub) akan dimulai tahun depan. Pengambilalihan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami berharap Transjakarta berbicara kembali kepada Pak Gubernur agar jangan hanya transportasi laut, tapi juga diberikan wewenang untuk mengelola transportasi udara,” ujar Aziz.
Menurut Aziz, ketergantungan pada transportasi kapal memperlambat penanganan warga sakit. Ia menyatakan kehadiran bandara dapat mempercepat layanan.
“Kalau ada orang sakit itu kan nungguin kapal dulu datang. Kalau ada bandara kan relatif lebih cepat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan manfaat transportasi udara sebagai pilihan bagi non-pengguna transportasi laut. Harapannya dapat menjadi solusi tambahan bagi masyarakat.
“Selain untuk layanan darurat, transportasi udara juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak menggunakan transportasi laut,” ujarnya.
Aziz berharap perubahan regulasi nantinya akan mencakup kewenangan Transjakarta pada tiga sektor: darat, laut, dan udara. Ia meyakini hal ini akan mempercepat kemajuan dan berdampak positif bagi perekonomian Kepulauan Seribu.
“Kami berharap dengan adanya penambahan dua tanggung jawab itu, transportasi air atau laut dan juga udara, ini akan mempercepat proses memajukan Kepulauan Seribu dan ini akan berdampak kepada perekonomian masyarakat,” tuturnya.


