Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Seniman Endry Pragusta memamerkan karya instalasi Perahu Rakit dalam ajang Art Jakarta 2026, Sabtu (3/10/2026).
Karya instalasi tersebut menampilkan kursi-kursi putih tidak beraturan serta layar yang terkembang layaknya perahu rakit. Pameran ini berlangsung di area booth Bibit dan Stockbit dalam gelaran Art Jakarta 2026 yang dibuka pada 2 Oktober di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Karya berjudul Lost at Sea ini berangkat dari gagasan sederhana tentang laut yang terus bergerak dan menguji segala sesuatu di atasnya. Endry Pragusta yang juga seorang pengajar aktif sejak 2009 menghadirkan karya sebagai bentuk autokritik terhadap sistem pendidikan di Indonesia.
“Rakit dapat bertahan bukan karena ia kaku dan tidak berubah tapi karena mampu beradaptasi, mengikat kembali bagian-bagiannya, dan mencari keseimbangan ketika gelombang datang,” ujar William, Head of PR & Corporate Communication Bibit.
William menjelaskan bahwa metafora tersebut diperluas ke dalam perjalanan finansial manusia yang tidak selalu memiliki peta sempurna. Dalam pameran ini, terdapat pula aktivitas origami yang mengajak pengunjung membuat bentuk perahu sebagai lambang harapan.
“Origami itu kan siapapun bisa melipat dan membuat apapun, sebagai lambang harapan dan bisa traveling jauh. Maunya kita si kapal-kapal kecil itu, yang mungkin di mata perekonomian gak signifikan tapi bisa menjadi penguat,” ujar William.
Endry Pragusta merupakan seniman dan pendidik berlatar belakang pendidikan seni dari Universitas Negeri Yogyakarta. Karya seni Endry sebelumnya pernah dipresentasikan dalam pameran Dislocation of Existence #Real ME di Taichung pada 2025 dan Art Jakarta: Special Presentation di Jakarta pada 2025.
Sumber:
- https://www.detik.com/pop/culture/d-8690203/endry-pragusta-pamer-karya-instalasi-perahu-rakit-di-art-jakarta-2026











