Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Festival Palang Pintu XVII di sepanjang Jalan Kemang Raya untuk melestarikan kebudayaan Betawi dan Nusantara, Minggu (4/10/2026).
Acara yang berlangsung pada 3 hingga 4 Oktober 2026 ini memadukan pentas seni tradisional dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan ratusan pelaku seni. Sebanyak 250 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan festival tersebut di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan.
Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin, menyampaikan bahwa kegiatan tahunan yang telah memasuki usia ke-17 ini menunjukkan eksistensi nyata kebudayaan lokal di tengah modernitas. “Penyelenggaraan festival yang telah menginjak tahun ke-17 ini membuktikan bahwa budaya Betawi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebudayaan yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Minggu (04/10/2026).
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam merawat warisan leluhur tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
“Melalui acara ini, saya berharap generasi muda atau Gen Z tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut mengenal, mencintai, dan meneruskan kebudayaan bangsa,” kata Mukhlisin.
Pemerintah setempat juga menginginkan agar pergelaran seni budaya ini bisa berkontribusi langsung pada penguatan sektor ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Saya juga berharap, dengan konsep ‘budaya tumbuh, masyarakat bergerak, ekonomi lokal semakin kuat’, penyelenggaraan acara ini dapat terus masuk ke dalam rangkaian agenda resmi Provinsi DKI Jakarta ke depannya dan membuat Jakarta Selatan semakin maju lagi,” tambah Mukhlisin.
Sementara itu, pihak penyelenggara melakukan berbagai pembenahan manajemen untuk meningkatkan kualitas tata kelola acara agar berjalan lebih tertata dan profesional. Penanggung Jawab Festival Palang Pintu XVII, Edy Mulyadi, menjelaskan adanya perubahan format kepengurusan dan reformasi sumber daya manusia demi mempermudah urusan teknis.
“Hari ini kami melakukan gerakan perubahan formasi dan regenerasi. Bagaimana Festival Palang Pintu hari ini menguatkan kekuatan Palang Pintunya dan mengubah pola sistem kerja secara profesional sehingga kerja kita lebih mudah, mulai dari perizinan, tenant, konsep acara, dan sebagainya,” ungkap Edy.
Festival tahun ini dirancang lebih istimewa karena menyuguhkan keberagaman seni nusantara dari berbagai suku bangsa di Jakarta. Langkah reformasi sistem kerja ini diharapkan menjamin keberlanjutan festival kebudayaan tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5770880/jaksel-tampilkan-seni-di-festival-palang-pintu-sepanjang-jalan-kemang











