Achmad Fauzan
Penulis
|
Muklis Purwanto
Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama bersama jajaran Tiga Pilar, Puskesmas, dan tokoh masyarakat menggelar aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tingkat kecamatan di RW 09 Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).
Berpusat di Mushola Al Ittihad, Jalan Rawa Simprug X RT 04 RW 09 Grogol Selatan Kebayoran Lama , kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menyosialisasikan program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Acara yang dipandu oleh Sekretaris RW 09, Bp. Eri, ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Wakil Camat Kebayoran Lama, Kepala Puskesmas Kecamatan, Lurah Grogol Selatan Bp. Ahmed Garibaldi, Dewan Kota Kecamatan Kebayoran Lama Bp. Ari Kuncoro, Kasie Kesra Kelurahan Grogol Selatan Bp. Rahmat, Kanit Bimas Polsek Kebayoran Lama Bp. Iptu Jumono, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Bp. Indra,PKK Kecamatan dan Kelurahan Grogol Selatan, Ketua RW 09 Bp. Pariyo, LMK RW 09 Ibu Mas’amah, para Ketua RT 01-12, serta puluhan kader Jumantik dan Dasawisma.
Dalam sambutannya, pihak Kecamatan Kebayoran Lama menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain fokus pada pemberantasan jentik nyamuk, warga juga diingatkan untuk bersiap menghadapi regulasi baru mengenai pengelolaan lingkungan. Mulai Agustus mendatang, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan setiap rumah tangga untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Senada dengan hal tersebut, Kasie Kesra Kelurahan Grogol Selatan, Bp. Rahmat, menegaskan bahwa kader Jumantik dan Dasawisma memiliki peran krusial sebagai motor penggerak.
“Kader-kader inilah yang bersentuhan langsung dengan warga. Peran mereka sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknis pemilahan sampah demi menyukseskan program pemerintah daerah,” ujar Bp. Rahmat.
Edukasi Kesehatan dan Lingkungan Terintegrasi
Terkait antisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Ibu Maliyah, perwakilan dari Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, memberikan sosialisasi intensif mengenai pencegahan jentik nyamuk. Ia meminta kader Jumantik untuk terus konsisten melakukan pemeriksaan berkala di tempat penampungan air warga.
Sementara itu, Dewan Kota Kecamatan Kebayoran Lama, Bp. Ari Kuncoro, mengingatkan warga agar tidak hanya berfokus pada kebersihan wadah air, tetapi juga mengoptimalkan pembuatan lubang biopori dan memilah sampah organik. Di samping isu lingkungan, Bp. Ari juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di permukiman padat.
Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kanit Bimas Polsek Kebayoran Lama, Bp. Iptu Jumono, mengapresiasi kekompakan warga RW 09. Ia berpesan agar gotong royong ini terus dipertahankan guna menyelesaikan setiap dinamika sosial di lingkungan terkecil secara persuasif dan tertib.
Aksi Sosial dan Sosialisasi Jaminan Sosial
Kegiatan rutin ini juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial. Kader Jumantik, Dasawisma, pengurus RT 01-12, dan staf RW 09 secara swadaya menyerahkan donasi untuk membantu pembangunan atau operasional Musholla Ar Rahman yang berlokasi di Kelurahan Grogol Selatan. Ketua RW 09, Bp. Pariyo, menyatakan rasa bangganya atas solidaritas yang ditunjukkan oleh warga dan para kader.
“Kami dari pengurus RW dan RT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kader Jumantik dan Dasawisma. Kekompakan ini adalah modal utama kami membangun wilayah,” kata Bp. Pariyo.
Selain itu, manfaat tambahan dihadirkan melalui kehadiran BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Lama yang diwakili oleh Bp. Indra. Pada kesempatan tersebut, dilakukan sosialisasi mengenai program relaksasi atau diskon iuran bagi pekerja mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU), sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial bagi para kader dan warga setempat.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua DKM Mushola Al Ittihad, Bp. Ustadz Yusuf Ibrahim, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antarpemangku kepentingan dan warga.