Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Polisi memastikan kepanikan di Mie Gacoan Matraman bukan akibat penyerangan kelompok bersenjata tajam, Senin (27/07/2026).
Sebuah rekaman video yang viral di media sosial menangkap momen kepanikan di restoran Mie Gacoan Matraman pada Senin, 27 Juli 2026. Dalam video tersebut, sejumlah pengunjung terlihat berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri.
Narasi yang menyertai video tersebut di platform Threads menyebutkan Mie Gacoan Matraman diserang oleh sekelompok orang bersenjata parang. Beruntung, para pengunjung berhasil menahan pintu masuk restoran.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, memberikan klarifikasi terkait huru-hara di Mie Gacoan. Ia menjelaskan sekelompok orang datang untuk duduk-duduk setelah lahan kosong yang mereka duduki diserang warga.
“Yang di Gacoan itu bukan diserang. Tapi diduduki mereka,” Ujar Kombes Reynold EP Hutagalung.
Kombes Reynold menambahkan bahwa kejadian di Mie Gacoan adalah rangkaian dari keribut, Senin, 27 Juni 2026.an yang sebelumnya terjadi di Jalan Tambak. Keributan utama di Jalan Tambak ini dipicu oleh percekcokan akibat pemotor yang menggeber-geber knalpot.
Bentrokan di Jalan Tambak, Matraman, Jakarta Pusat, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Catatan polisi menunjukkan satu orang tewas dan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.
Dari sisi warga, beberapa pihak turut menjadi korban aksi kekerasan dalam bentrokan tersebut. Seorang pedagang burger dilaporkan dipukul dan gerobak nasi uduk milik warga dirusak.
“Dari warga ada satu orang yang jualan burger itu sempat dipukul dan ada pemilik dari gerobak nasi uduk yang dirusak,” Kata Kombes Reynold EP Hutagalung.
Menyikapi situasi ini, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengungkapkan upaya pengamanan yang telah dilakukan. Pihaknya telah menerjunkan 200 personel gabungan dari kepolisian dan TNI.
Pasukan gabungan ini ditugaskan untuk berjaga di sejumlah titik, khususnya di sekitar Menteng hingga Jalan Matraman Raya. Penempatan personel ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan wilayah pascakericuhan.
“Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng. Sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng,” ujar Iptu Erlyn Sumantri (Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat).