Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta menyatakan lebih dari 32 ribu organisasi kemasyarakatan (ormas) di ibu kota krusial menjaga ketertiban dan keamanan wilayah, Sabtu (5/9/2026).
Analis Data dan Informasi Bakesbangpol DKI Jakarta, Bastian Widyatama, menyampaikan bahwa jumlah ormas di Jakarta mencapai lebih dari 32 ribu. Meskipun tidak semua ormas melaporkan secara resmi, jumlah tersebut menunjukkan potensi besar mereka dalam menjaga ketertiban.
Bakesbangpol berperan sebagai fasilitator dengan membentuk berbagai forum binaan. Forum-forum ini melibatkan perwakilan dari setiap provinsi, etnis, dan forum kerukunan umat beragama.
“Di Jakarta, jumlah ormas lebih dari 32 ribu, meskipun yang melaporkan secara resmi tidak mencapai itu. Tetapi dengan angka 32 ribu itu, peran ormas menjaga ketertiban juga,” ujar Analis Data dan Informasi Bakesbangpol DKI Jakarta, Bastian Widyatama.
Bastian menjelaskan, forum-forum tersebut menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keamanan di masyarakat. Ormas dianggap sebagai garda terdepan di lapangan.
“Bagaimana menjaga stabilitas keamanan lewat forum-forum ini. Karena mereka menjadi garda terdepan di masyarakat, di lapangan,” ujar Bastian.
Selain itu, Kesbangpol juga aktif menjalankan fungsi deteksi dini. Langkah ini penting untuk mencegah potensi konflik agar tidak sampai terjadi di tengah masyarakat.
Masyarakat Jakarta didorong untuk memiliki pemikiran kritis terhadap kebijakan, baik nasional maupun provinsi. Namun, penting untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu menjunjung tinggi sikap toleransi.
“Selama kita toleran dengan satu dan yang lain, akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk bergotong royong. Jakarta kota global akan bisa terwujud,” kata Bastian.
Kerukunan di Jakarta mendapatkan apresiasi tinggi dengan berhasil meraih peringkat satu dalam Indeks Harmoni Indonesia 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
“Kerukunan di Jakarta dihargai dan cukup baik. Harapannya bisa kita pertahankan dan ke depan bisa saling bersinergi antara masyarakat dan pemerintah maupun antarmasyarakat itu sendiri,” tutur Bastian.


