Achmad Fauzan
Penulis
|
Muklis Purwanto
Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Mengawali masa bakti dengan langkah konkret, kepengurusan baru RW 09 Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengonsolidasikan kekuatan warga melalui Apel Kerja Bakti Massal, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Rawa Simprug IX, wilayah RT 09 RW 09 ini, dihadiri secara lengkap oleh struktur lingkungan setempat untuk menyatukan visi pertahanan lingkungan dan kebersihan wilayah.
Acara yang dipandu langsung oleh Sekretaris RW 09, Bapak Eri Kurniawan selaku pembawa acara (MC), diawali secara khidmat dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. Kehadiran para tokoh penting menegaskan skala prioritas kegiatan ini. Terlihat di lokasi, Ketua RW 09 Bapak Pariyo, anggota LMK RW 09 Ibu Mas’amah, serta perwakilan regulator dari pihak kelurahan, yakni Staf Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Grogol Selatan, Bapak Septa.
Kekompakan wilayah ini tercermin dari kehadiran seluruh pimpinan rukun tetangga, mulai dari Ketua RT 01 (Bapak Hanafi), RT 03 (Bapak Rahman), RT 04 (Ibu Zuhriah), RT 05 (Bapak Singgih), RT 06 (Bapak Sudaryanto), RT 07 (Ibu Ningsih), RT 08 (Bapak Slamet), RT 09 (Ibu Rosadah), RT 10 (Bapak M. Nur), RT 11 (Ibu Iah Sulastri), hingga RT 12 (Bapak Fauzan). Gerakan ini juga disokong penuh oleh barisan kader Dasawisma, kader Jumantik RW 09, serta personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Grogol Selatan.
Dalam sambutan perdananya, Ketua RW 09 Bapak Pariyo menekankan bahwa kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan fisik, melainkan sebuah wadah sosial yang strategis.
“Melalui kerja bakti ini, kita tidak hanya berikhtiar menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, tetapi yang tidak kalah penting adalah merawat dan menjalin tali silaturahmi yang baik antar-RT, dan seluruh warga di lingkungan RW 09,” ujar Bapak Pariyo.
Sejalan dengan program kelestarian lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Bapak Septa selaku Staf Ekbang Kelurahan Grogol Selatan, dalam arahannya memberikan edukasi teknis mengenai manajemen limbah rumah tangga. Ia menekankan pentingnya warga mengenali dan memisahkan tiga kategori sampah.
“Kami mengimbau warga untuk mulai disiplin melakukan pilah pilih sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah residu. Selain itu, kami mendorong penggalakan pembuatan lubang biopori di halaman atau lahan sekitar guna memaksimalkan penyerapan sampah organik sekaligus cadangan resapan air tanah,” jelas Bapak Septa.
Rangkaian apel ditutup dengan khusyuk melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz M. Isa, sebelum seluruh instrumen warga dan petugas PPSU menyisir titik-titik saluran air dan area publik untuk mulai membersihkan wilayah Rt 04, RT 05 dan Gang Hijau RW 09. Sinergi masif ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di kawasan Kebayoran Lama.
