Ridwan Habibie Penulis | Muklis Purwanto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Acara Munajat Santri untuk Negeri bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta dengan agenda doa bersama ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Sabtu (30/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi kebangsaan yang menghimpun para ulama, santri, dan tokoh Nahdlatul Ulama. Sejumlah pejabat dari jajaran pemerintah turut diundang dalam pertemuan penting ini.
Memperkuat Sinergi dan Kebangsaan
Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk memperkokoh persatuan nasional di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menegaskan kembali kontribusi besar pesantren bagi kehidupan berbangsa.
Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan pidato kebudayaan pada kesempatan tersebut. Dalam pidatonya, ia menguraikan rekam jejak sejarah pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Gus Kikin mengingatkan kembali perjuangan kalangan santri yang mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad. Nilai sejarah tersebut menjadi penanda penting bahwa pesantren berperan melampaui pendidikan agama semata.
Pesantren juga dinilai memiliki andil besar dalam membentuk karakter dan merawat kehidupan berbangsa. Kehadiran lembaga ini turut menjaga persatuan serta toleransi di tengah keberagaman.
Dukungan Pemerintah dan Tokoh Agama
Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dijadwalkan hadir untuk menyampaikan sambutan. Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri acara ini.
Kehadiran pimpinan negara dan kementerian diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan ulama. Sinergi ini krusial untuk menjaga kerukunan serta kestabilan nasional secara berkesinambungan.
Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Agama dan tokoh NU, termasuk Dr. Muchamad Sidik Sisdiyanto, M.Pd. Saat ini, ia menjabat Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan Kemenag RI sekaligus Wakil Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan.
Sebelumnya, Dr. Sidik pernah menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah.
Momentum Menjaga Warisan Perjuangan
Munajat Santri untuk Negeri membuka ruang dialog dan perjumpaan bagi seluruh elemen masyarakat. Melalui doa bersama, momentum ini mengajak semua pihak melestarikan warisan para pendahulu.
Peringatan ini menguatkan posisi strategis santri dan pesantren dalam mengawal perjalanan bangsa. Harapannya, pesantren terus menjaga tradisi keilmuan Islam dan membangun masyarakat yang berakhlak mulia.








