Sunday, 25 October 2026
Hot

Pendidikan Jadi Kunci Pemprov DKI Putus Rantai Kemiskinan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berikhtiar melepaskan anak-anak dari belenggu kemiskinan melalui berbagai kebijakan dan instrumen pendidikan yang merata.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memutus rantai kemiskinan struktural melalui sektor pendidikan, Minggu  25/10/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memberantas kemiskinan di Ibu Kota. Pengalaman hidup masa lalunya yang terbantu oleh beasiswa saat berkuliah di ITB menjadi dasar kuat bagi kebijakan tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 103 sekolah swasta gratis agar siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri tetap memperoleh hak pendidikan. Selain itu, alokasi anggaran sekitar Rp3,4 triliun disiapkan untuk Kartu Jakarta Pintar serta hampir Rp399 miliar untuk Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul pada tahun 2026.

Article ad in the middle of article

“Karena latar belakang saya, saya ini anaknya guru, tujuh bersaudara, enggak mungkin bisa pada waktu itu kuliah di ITB kalau kemudian enggak dapat beasiswa. Maka berdasarkan pengalaman itulah yang mendidik saya bahwa kalau bangsa ini mau maju, maka pendidikan menjadi kata kunci utama,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dikurangi meskipun terjadi pemangkasan dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Perluasan cakupan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul juga diberlakukan agar penerima manfaat bisa melanjutkan studi hingga jenjang pendidikan magister dan doktor.

Sumber:
  • https://www.antaranews.com/berita/5810223/jadi-kota-pelajar-ikhtiar-dki-lepaskan-anak-dari-belenggu-kemiskinan
Article ad after last paragraph