Achmad Fauzan
Penulis
|
Muklis Purwanto
Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Kelurahan Grogol Selatan bersama Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran jajaran, kecamatan, kelurahan, puskesmas, Pengawasan Sumber Daya Air (SDA), pengurus RW, RT, hingga kader Dasawisma ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih, saniter, dan higienis secara berkelanjutan.
Acara dipandu dan di buka oleh Ibu Mentari dengan membaca Basmallah. Dalam sambutannya, Kepala Seksi Kesra Kecamatan Kebayoran Lama, Ibu Yuni, menyoroti pentingnya kepedulian bersama terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Ia menegaskan bahwa edukasi lingkungan ini menjadi kian krusial mengingat aturan pemilahan sampah skala rumah tangga akan resmi diberlakukan secara ketat mulai 1 Agustus 2026 mendatang.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Kesra Kelurahan Grogol Selatan, Bp. Rahmat, mengingatkan masyarakat akan ancaman serius akibat kelalaian pembuangan limbah domestik.
“Pencemaran akibat pengolahan limbah rumah tangga yang buruk berpotensi besar memicu timbulnya pembiakan bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini mengancam kualitas air bersih serta kesehatan warga jika tidak kita antisipasi dari sekarang,” tegas Bp. Rahmat.
Sebagai langkah konkret pencegahan dan pengelolaan limbah padat, Kepala Seksi Ekbang Kelurahan Grogol Selatan, Ibu Hamidah, memaparkan teknis pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya. Salah satu solusi ramah lingkungan yang ditawarkan adalah pemanfaatan lubang biopori sederhana menggunakan tong plastik berkapasitas 100 liter untuk mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri. Serta penyerahan tong plastik untuk lubang biopori oleh Kasie Kesra Kecamatan Kebayoran Lama Ibu Yuni kepada Ketua RW 01 Bp.Yani dan RW 09 Bp. Pariyo.
Sebelum memasuki pemaparan materi inti, seluruh peserta diajak melakukan gerakan fisik lewat agenda Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) berupa senam bersama untuk membangkitkan semangat kebersamaan.
Penguatan 5 Pilar STBM
Tenaga Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Grogol Selatan, Ibu Galuh, menjabarkan lima pilar utama STBM yang menjadi pedoman nasional pemberdayaan masyarakat. Kelima pilar tersebut meliputi:
- Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
- Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
- Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT) secara Higienis
- Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
- Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga
Ibu Galuh menekankan bahwa program pemicuan Stop BABS (Pilar 1) merupakan prioritas mendesak yang ditargetkan tuntas sepenuhnya sebelum tahun 2030. Seluruh warga masyarakat diharapkan dapat mengakses fasilitas sanitasi yang aman dan layak melalui tangga sanitasi yang ideal.
“STBM adalah gerakan nasional yang mengedepankan pendekatan pemberdayaan. Fokus utama kita adalah memutus rantai penularan penyakit dan keracunan berbasis lingkungan melalui perubahan perilaku nyata dari tingkat keluarga,” jelas Ibu Galuh.
Acara yang dipandu oleh Ibu Mentari selaku pembawa acara ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dipimpin oleh Petugas Kesling Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Ibu Desi. Sesi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi dan langkah strategis yang akan ditindaklanjuti secara kolaboratif oleh seluruh pengurus RT, RW, dan kader Dasawisma demi terwujudnya kawasan Grogol Selatan yang bersih, sehat, dan mandiri sanitasi.
Acara di tutup oleh pembawa acara Ibu Mentari dengan mengucapkan hamdallah, Alhamdulillahirabbil alamiin serta ramah tamah dengan seluruh peserta yang hadir.

