Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Kamis (25/6/2026).
Memasuki hari pertama pelaksanaan Sensus Ekonomi, para petugas perekam data mulai bergerak menyisir pemukiman warga demi menyusun basis data struktural perekonomian nasional.
Di Jakarta Selatan, salah satu titik pendataan awal menyasar kawasan Jl. Rawa Simprug I, RT 012 RW 009, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama. Di lokasi tersebut, seorang petugas sensus bernama Hafizh Anshori mendatangi kediaman salah satu warga setempat, Ibu Zikroh, untuk melakukan wawancara langsung yang berlangsung kondusif dan transparan.
Alur 4 Tahapan Pendataan di Lapangan
Dalam melaksanakan tugasnya, Hafizh Anshori menerapkan prosedur wawancara terstruktur sesuai standar operasional yang ditetapkan BPS. Proses penggalian data terhadap Ibu Zikroh mencakup empat tahapan krusial, yaitu:
-
Verifikasi Nama Lengkap: Petugas mengonfirmasi nama lengkap warga untuk memastikan akurasi data kepemilikan usaha atau subjek yang didata.
-
Pencatatan NIK: Ibu Zikroh diminta menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai instrumen integrasi data tunggal nasional yang valid.
-
Identifikasi Karakteristik Usaha: Petugas mendalami sektor usaha yang sedang ditekuni oleh warga, guna memetakan klasifikasi industri dari skala mikro hingga menengah.
-
Konfirmasi Penghasilan: Tahapan akhir di mana petugas menanyakan rata-rata penghasilan bulanan atau omzet usaha untuk mengukur daya beli serta produktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Kunci Sukses Kebijakan Ekonomi Nasional
“Data dari satu orang warga seperti Ibu Zikroh sangat berharga. Sensus ini menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan, termasuk program penguatan UMKM dan penyaluran stimulus yang tepat sasaran,” ungkap Hafizh Anshori.
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di tingkat nasional sangat bergantung pada kejujuran dan keterbukaan masyarakat saat menerima kunjungan petugas seperti Hafizh Anshori. Seluruh warga di himbau untuk memberikan data yang akurat demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berbasis data (data-driven policy).