Sunday, 13 September 2026
Hot

Warga Respons Usulan CFD Jakarta Sabtu dan Minggu

Warga Jakarta menanggapi usulan pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Sabtu dan Minggu yang tengah dikaji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengkaji usulan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) digelar setiap Sabtu dan Minggu.

Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut menuai respons positif dari sejumlah warga ibu kota yang mengharapkan penyesuaian rute baru.

Warga Jakarta Pusat, Finska, menyatakan persetujuannya atas rencana penyelenggaraan CFD di akhir pekan. Ia menilai kebijakan itu memberikan alternatif bagi warga dengan jadwal libur berbeda.

Article ad in the middle of article

“Kalau dari saya pribadi sih setuju ya, karena kan setiap orang beda ya hari liburnya, ada yang hari Sabtu aja, atau ada yang hari Minggu atau kadang ada yang full masuk. Jadi kalau misalkan gitu, mungkin lebih fleksibel dan gak terlalu padat di hari Minggu sih,” kata Finska di area CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026).

Finska turut menyarankan agar lokasi kegiatan pada hari Sabtu dibedakan dari jalur reguler hari Minggu guna menghadirkan suasana berbeda.

“Ya view baru gitu, jadi kita kan nggak di situ-situ aja, mungkin sekitaran mana. Maksudnya pindah ke rute lain gitu maksudnya,” kata dia.

Dukungan senada diutarakan Ranti, warga Jakarta Timur, yang memandang pembagian dua jadwal dapat mengurai kepadatan peserta.

“Setuju juga karena biar lebih gak padat di hari Minggu juga, jadi bisa ada dua jadwal gitu,” ucap Ranti.

Sementara itu, Titin Adriani dari Pulogadung menilai penambahan jadwal CFD berpotensi memangkas tingkat polusi udara serta kemacetan.

“Setuju-setuju aja sih, buat mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, hari Sabtu-nya juga, gitu kan. Karena dari Senin sampai Jumat udah full kendaraan di jalanan, buat ngurangin polusi udara juga bagus,” kata Titin.

Titin turut memberi masukan agar jam operasional CFD pada hari Sabtu tidak disamakan dengan durasi hari Minggu.

“Bisa aja sih, cuman jamnya mungkin ya. Kalau Sabtu bisa nggak terlalu sampai siang, kalau Minggu kan bisa sampai siang. Kalau Sabtu mungkin nggak sampai siang banget gitu ya, biar nggak ganggu lalu lintas juga,” ujarnya.

Di sisi lain, warga Jakarta Selatan bernama Apri menyuarakan kekhawatirannya jika kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu. Menurut Apri, penutupan jalan dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas para pekerja.

“Kalau buat hari Sabtu kayaknya belum ya. Karena masih banyak warga Jakarta yang masih masuk kerja. Nanti takutnya malah mengganggu mobilitasnya juga sih, mungkin kerjanya pagi atau sore,” kata Apri.

Apri menambahkan bahwa sebagian rute utama masih dilalui masyarakat untuk keperluan bekerja pada akhir pekan.

“Iya, masih banyak yang kerja, terutama kan melewati jalan protokal juga ya. Takutnya emang masih ada mobilitas yang kerja di sekitaran,” sambungnya.

Wacana pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan sebelumnya digulirkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Pramono menegaskan keputusan resmi terkait penentuan lokasi maupun jadwal akan diambil dalam waktu dekat.

“Kami akan putuskan dalam waktu dekat ini mana yang kemudian kami buka untuk Car Free Day misalnya kalau memang harus ada sampai dengan hari Sabtu. Itu yang kami putuskan,” ujar Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Sumber:
  • https://news.detik.com/berita/d-8660611/warga-dukung-ide-cfd-sabtu-dan-minggu-di-jakarta-harap-lokasinya-tak-sama
Article ad after last paragraph