ENGLISHEN
Home Berita DKI Tuntaskan Pembersihan Pulau Sampah di Muara Kali Adem

DKI Tuntaskan Pembersihan Pulau Sampah di Muara Kali Adem

Kawasan pesisir Muara Angke kini mulai bersih dari tumpukan sampah plastik. Gubernur Pramono Anung pastikan pengerukan sedimen rampung akhir pekan ini.

DKI Tuntaskan Pembersihan Pulau Sampah di Muara Kali Adem
Share

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menuntaskan sebagian besar pembersihan tumpukan sampah yang membentuk pulau di pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, Jum’at (5/6/2026).

Hingga hari keempat operasi pembersihan, tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 8,8 ton sampah dari area Muara Kali Adem. Penanganan intensif ini dilakukan menyusul viralnya penampakan gundukan limbah yang menyerupai daratan di tengah perairan.

Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, menjelaskan volume sampah yang diangkut meningkat setiap harinya. Pada hari ketiga saja, petugas berhasil mengumpulkan hingga 3,52 ton limbah plastik dan sedimen.

Pengerahan Personel dan Alat Berat

Pemerintah mengerahkan sedikitnya 100 petugas lapangan untuk mempercepat proses normalisasi kawasan pesisir tersebut. Para petugas bekerja secara kolaboratif mulai dari pemilahan manual hingga pengangkutan menggunakan armada laut.

Selain tenaga manusia, dua unit ekskavator amfibi dan tiga kapal pengangkut sampah dikerahkan ke lokasi. Alat berat tersebut berfungsi mengeruk endapan sampah yang sudah menyatu dengan lumpur di dasar perairan.

“Pembersihan terus dipercepat agar seluruh tumpukan sampah di Muara Angke bisa ditangani pada akhir pekan ini,” ujar Afan Adriansyah Idris (Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta).

Afan mengungkapkan bahwa progres pembersihan saat ini telah menyentuh angka 85 hingga 90 persen. Pihaknya optimis kawasan hutan mangrove tersebut akan bersih total dari tumpukan sampah pada Sabtu esok.

Penyebab dan Langkah Antisipasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan fenomena pulau sampah ini dipicu oleh sedimentasi sisa-sisa limbah yang terbawa arus sungai. Sampah kiriman dari wilayah hulu tersebut mengendap di muara dan perlahan menumpuk hingga muncul ke permukaan.

Pramono menegaskan bahwa pengerukan sudah dilakukan secara maksimal selama tiga hari terakhir. Ia memastikan area yang sebelumnya tertutup limbah kini sudah mulai memperlihatkan permukaan air yang jernih.

“Sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan. Sudah selesai? Sudah selesai,” tutur Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta) di Balai Kota DKI Jakarta.

Pasca-pembersihan, DLH DKI Jakarta akan menempatkan petugas untuk melakukan inspeksi rutin secara berkala. Langkah ini bertujuan memantau titik-titik rawan agar tumpukan sampah serupa tidak kembali terbentuk di masa mendatang.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke aliran sungai maupun badan air lainnya. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan guna menjaga ekosistem pesisir Jakarta dari ancaman polusi plastik berkelanjutan.

Share

Jaringan Media Siber Indonesia DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved