Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Kelompok Tani (Poktan) RW 09 Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali menunjukkan aksi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, Senin (6/7/2026).
Memanfaatkan momentum awal pekan, warga beserta lintas sektor pengurus wilayah menggelar aksi silih-tanam dan panen sayuran berbasis perkotaan (urban farming).
Kegiatan ini dipusatkan di lokasi “Gang Hijau RW 09”, tepatnya di kediaman Bapak Tony Susanto, Gang Rawa Simprug VII, RT 05 RW 09, Grogol Selatan. Lokasi ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik percontohan pemanfaatan lahan sempit di kawasan Jakarta Selatan.
Aksi hijau ini dihadiri langsung oleh Ketua RW 09 Bapak Pariyo, LMK 09 Ibu Mas’amah, dan Ibu RW 09. Kekuatan utama penggerak kegiatan ini bertumpu pada kolaborasi kader, di antaranya Kader PKK Ibu Tuti Hastuti, Ibu Intan Nuraini, dan Ibu Juma, serta Kader Dasawisma Ibu Tari bersama Ibu Murni, Ibu Ida Farida. Hadir pula mendukung jalannya kegiatan, Ketua RT 09 Ibu Rosadah, Ketua RT 12 Bapak Fauzan, Bapak Tejo, serta perwakilan pemuda, Riska.
Dari Hidroponik hingga Keberlanjutan Tanam
Aktivitas Poktan RW 09 kali ini berjalan dengan dua agenda utama yang dilakukan secara bergotong-royong. Agenda pertama dimulai dengan pemindahan bibit pohon cabai (pindah tanam) ke media yang lebih besar untuk memastikan pasokan komoditas pemicu inflasi tersebut dapat terjaga di level rumah tangga.
Usai merapikan instalasi tanaman cabai, para kader dan pengurus wilayah langsung beralih ke instalasi hidroponik. Di lokasi ini, mereka melakukan panen bersama sayuran pokcoy hidroponik dengan total hasil mencapai 1,6 kilogram sayuran segar siap konsumsi.
“Hari ini menjadi bukti nyata kekompakan warga. Bersama-sama kita melakukan pindah tanam pohon cabai, dan di saat yang sama langsung memetik hasil lewat panen hidroponik pokcoy. Sistem hidroponik ini sangat membantu warga mendapatkan sayuran segar yang sehat dan efisien tempat,” ujar Ibu Mas’amah.
Inspirasi Kemandirian Pangan Perkotaan
Keberhasilan Gang Hijau RW 09 Grogol Selatan ini menegaskan bahwa keterbatasan lahan di megapolitan seperti Jakarta tidak menjadi penghalang untuk produktif. Keterlibatan aktif Kader PKK dan Dasawisma menjadi kunci utama konsistensi perawatan tanaman, mulai dari pembibitan hingga masa panen.
Melalui sinergi yang kuat antara pengurus RT, RW, LMK, dan para kader, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri, tetapi juga menginspirasi RW lain di DKI Jakarta untuk mereplikasi konsep Gang Hijau berbasis hidroponik demi lingkungan yang lebih asri dan mandiri.



