ENGLISHEN
Home Berita Kelurahan Grogol Selatan Gelar Orientasi Dasawisma 2026 untuk Optimalkan Pendataan Satu Pintu

Kelurahan Grogol Selatan Gelar Orientasi Dasawisma 2026 untuk Optimalkan Pendataan Satu Pintu

Kelurahan Grogol Selatan gelar Orientasi Dasawisma 2026 tingkatkan akurasi data satu pintu warga DKI & edukasi pembatasan sampah Bantar Gebang.

Kelurahan Grogol Selatan Gelar Orientasi Dasawisma 2026 untuk Optimalkan Pendataan Satu Pintu
Share

Achmad Fauzan Penulis

HARIANEXPRESS, JAKARTA — Dalam upaya memperkuat validasi data kesejahteraan sosial sekaligus merespons kebijakan strategis pengelolaan lingkungan hidup di Ibu Kota, Pemerintah Kelurahan Grogol Selatan menyelenggarakan kegiatan “Orientasi Dasawisma Tahun 2026”,  Rabu (1/7/2026).

Acara penting ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Grogol Selatan, Jalan Kubur Islam, RT 10 RW 10, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Kelurahan Grogol Selatan Shogy Abdul Rahman, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat ( Kasie Kesra ) Rahmat, tim perwakilan Pusat Data dan Informasi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Pusdatin PPAPP) DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, pengurus PKK Kelurahan Grogol Selatan, serta seluruh kader Dasawisma dari wilayah RW 09.

orientasi dasawisma grogol selatan 2026 pendataan satu pintu

Acara yang dipandu oleh Ibu Nurmi selaku Master of Ceremony (MC) ini diawali dengan pengarahan dari Sekretaris Kelurahan Grogol Selatan, Shogy Abdul Rahman. Dalam sambutannya, Shogy memberikan penekanan khusus mengenai vitalnya peran kader Dasawisma sebagai ujung tombak pengumpulan data di akar rumput. Ia mengimbau agar seluruh kader menyerap pemaparan teknis dari Pusdatin PPAPP dengan saksama guna menghindari kesalahan input di lapangan.

“Saya mengajak seluruh kader PKK, khususnya kader Dasawisma di Grogol Selatan, untuk mencermati betul pemaparan yang diberikan. Jangan sampai terjadi kesalahan pendataan. Kelalaian sekecil apa pun dalam proses ini dampaknya sangat nyata, yaitu bisa merugikan warga sasaran yang seharusnya berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Shogy tegas.

Senada dengan Sekkel, Kasie Kesra Kelurahan Grogol Selatan, Rahmat, menggarisbawahi bahwa aspek kejujuran dan objektivitas adalah pilar utama dalam proses pendataan. Menurutnya, basis data yang dihimpun oleh Dasawisma merupakan rujukan mutakhir yang diadopsi oleh berbagai elemen dan instansi pemerintahan untuk merumuskan kebijakan publik lintas sektor.

Tidak hanya persoalan data kependudukan, Rahmat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan kebijakan krusial terkait darurat pengelolaan sampah DKI Jakarta. Ia mengingatkan warga melalui kader bahwa per 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu.

“Pendataan harus dilakukan dengan benar, jujur, dan sesuai fakta objektif di lapangan. Ini agar hak-hak warga dapat tersampaikan secara tepat sasaran. Selain itu, saya titipkan pesan penting: pemilahan dan pengolahan sampah dari skala rumah tangga harus dimulai dari sekarang. Mulai 1 Agustus nanti, Bantar Gebang tidak lagi menerima sampah rumah tangga yang belum dipilah, melainkan hanya sampah residu saja,” terang Rahmat.

orientasi dasawisma grogol selatan 2026 pendataan satu pintu2

Sesi inti orientasi diisi oleh pemaparan komprehensif dari Pusdatin PPAPP DKI Jakarta yang berfokus pada penguatan koordinator kelompok Dasawisma melalui sistem ‘Pendataan Satu Pintu’. Berdasarkan pemaparan tersebut, ruang lingkup sasaran pendataan mencakup seluruh warga yang berada di wilayah hukum DKI Jakarta, baik yang memegang KTP DKI Jakarta maupun warga non-KTP DKI yang secara de facto berdomisili di wilayah ibu kota.

Secara teknis, Pusdatin PPAPP menjabarkan delapan periode dan instrumen pendataan tematik yang wajib dipahami oleh kader pada tahun anggaran 2026, meliputi:

  1. Pembuatan pemetaan kelompok (mapping wilayah melalui Form Satu, Form Dua, dan penyusunan peta).
  2. Penetapan sasaran pendataan prioritas terlebih dahulu.
  3. Pelaksanaan pendataan tematik secara periodik.
  4. Pelaksanaan tugas telisik langsung di lapangan.
  5. Pengisian dan pengerjaan aplikasi Lapor Dilan (Disabilitas dan Lansia).
  6. Pelaporan melalui instrumen Lapor Insting.
  7. Pelaporan tumbuh kembang anak melalui Lapor Balita.
  8. Pelaporan pemantauan kesehatan keluarga melalui Lapor Cetas.

Lebih lanjut, tim Pusdatin PPAPP menjelaskan bahwa fokus utama tahapan pendataan satu pintu di tahun 2026 adalah penguatan pada instrumen Lapor Dilan (Disabilitas dan Lansia). Kader diinstruksikan untuk menyisir secara detail kelompok lansia dan warga penyandang disabilitas di lingkungan RT masing-masing.

Adapun unit analisis atau komponen yang wajib dipastikan keberadaannya dalam setiap operasi pendataan lapangan terdiri atas lima elemen, yakni adanya Kelompok Dasawisma, keberadaan fisik bangunan yang didata, Kepala Rumah Tangga (KRT), hubungan keluarga, hingga profil individu secara spesifik. Di akhir pemaparan, ditekankan kembali pesan kunci bagi seluruh peserta: “Pastikan data yang di-input lengkap dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.”

Rangkaian kegiatan Orientasi Dasawisma Tahun 2026 ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadzah Munawaroh, dengan harapan agar tugas kemanusiaan yang diemban para kader berjalan lancar, membawa keberkahan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Grogol Selatan secara berkelanjutan.

Share

Jaringan Media Siber Indonesia DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved