Friday, 04 September 2026
Hot

PBRI Demo di Jakarta Pusat, Tuntut Evaluasi Berita Karhutla BBC

Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) menggelar aksi di Jakarta, mengkritik pemberitaan BBC News Indonesia tentang karhutla yang dinilai tidak berimbang.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) menggelar aksi di depan kantor BBC News Indonesia, mengkritik pemberitaan kebakaran hutan dan lahan, Jumat (4/9/2026).

Massa PBRI berunjuk rasa di Deutsche Bank Building, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Tuntutan PBRI” sebagai simbol protes.

Aksi ini menyoroti liputan BBC News Indonesia terkait karhutla, yang menurut PBRI belum menyajikan persoalan secara lengkap. Pemberitaan tersebut dinilai tendensius dan berpotensi memunculkan persepsi negatif.

Article ad in the middle of article

PBRI menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja media. Media dianggap memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman publik tentang suatu peristiwa.

Massa mendesak BBC News Indonesia mengevaluasi pemberitaan karhutla mereka. Mereka juga meminta media tersebut memberi ruang bagi pemerintah, petugas pemadam, relawan, dan pihak terkait lainnya di lapangan.

Kritik ini sejalan dengan pandangan Ayu Wardani dan Dede Suprayitno, peneliti komunikasi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Keduanya menemukan bahwa liputan karhutla seringkali belum menggali akar persoalan struktural dan solusi berkelanjutan.

“Karena itu, pemberitaan karhutla tidak cukup hanya menggambarkan besarnya kebakaran dan dampaknya. Media juga perlu menyajikan konteks penyebab, upaya penanganan, serta solusi jangka panjang secara proporsional,” demikian inti pandangan dalam penelitian tersebut.

Aksi PBRI ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai penerima informasi. Mereka juga memiliki hak untuk mengkritisi produk jurnalistik yang diterbitkan media.

Kebebasan pers harus tetap dihormati, namun media juga memiliki kewajiban untuk menjalankan prinsip akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi.

Article ad after last paragraph