Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Komunitas Ojolali NU Ranting NU Grogol Selatan menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Minggu (13/9/2026).
Acara keagamaan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di kediaman Dr. KH. M. Wahib MH. M,Si yang berlokasi di Jalan Kangkung RT 12/11, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama.
Peringatan Maulid Nabi 1447 H oleh Ojolali NU
Acara mulia ini diawali dengan pembacaan kisah maulid yang dipandu secara langsung oleh Ustadz Ahmad Rizal atau yang akrab disapa Ustadz Jajang. Momentum pembacaan kisah nabi ini diikuti secara khusyuk oleh seluruh jamaah yang hadir.
Setelah pembacaan kisah selesai, agenda dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan dari pihak panitia dan perwakilan pemerintah setempat. Ketua Panitia, H. Agus Sutisna, mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan sambutannya di hadapan warga.
Sosialisasi Pilah Sampah dalam Sambutan Tokoh
Sekretaris Kelurahan Grogol Selatan, Shaugi, memberikan sambutan penting mengenai pengelolaan lingkungan hidup bagi warga. Ia mengingatkan pentingnya melakukan pilah pilih sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
Langkah sosialisasi ini diperkuat oleh penjelasan dari Anggota DPRD DKI Jakarta, Dadiyono. Dalam kesempatan tersebut, Dadiyono memaparkan aturan mengenai Peraturan Gubernur (Pergup) serta Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pemilahan sampah.
Selain dihadiri tokoh pemerintahan, kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran tokoh masyarakat seperti H. Syaiful Anwar. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi yang kuat antara ulama, umara, dan komunitas ojek online NU dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ceramah Agama Dr. KH. M. Wahib MH. M,Si
Acara inti diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh pemilik kediaman sendiri, yaitu Dr. KH. M. Wahib MH. M,Si. Beliau menekankan bahwa menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW merupakan jalan untuk mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak.
Dalam ceramahnya, Dr. KH. M. Wahib mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengisahkan hikayat tentang Nabi Adam AS untuk memberikan pelajaran spiritual bagi umat Muslim.
“Sesungguhnya Allah memberikan kepada umat nabi Muhammad Saw 4 kemuliaan Yg tidak pernah di berikan kepada umat nabi Adam,” ujar Dr. KH. M. Wahib.
Kemuliaan pertama adalah tempat diterimanya tobat bagi umat manusia. Nabi Adam AS dahulu harus bertobat di kota Mekkah, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bisa bertobat dan diterima dosanya di mana saja.
Keistimewaan kedua berkaitan dengan cara Allah SWT menjaga kehormatan dan menutupi aib umat manusia. Ketika Nabi Adam melakukan maksiat, pakaiannya langsung ditanggalkan oleh Allah, sedangkan aib umat Nabi Muhammad tetap ditutupi hingga mereka bertobat.
Kemuliaan ketiga adalah hubungan persaudaraan dan jodoh di antara pasangan manusia. Nabi Adam dan Siti Hawa langsung dipisahkan dan dijauhkan dari jodohnya saat berbuat maksiat, hal yang tidak terjadi secara instan pada umat Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan terakhir adalah tentang jaminan tempat kembali di akhirat kelak. Nabi Adam langsung dikeluarkan dari surga begitu melakukan kesalahan, sementara umat Nabi Muhammad yang banyak berbuat maksiat tetap dimasukkan ke surga apabila mereka mau bertobat.
Meneladani Akhlak Rasulullah
Penceramah menegaskan kembali kedudukan agung Nabi Muhammad SAW di hadapan sang pencipta alam semesta. Allah SWT bahkan menciptakan alam dunia ini semata-mata karena kemuliaan sosok Rasulullah SAW.
Sebagai penerus perjuangan dakwah, Rasulullah SAW telah mewariskan para ulama sebagai penjaga ajaran Islam. Peninggalan utama yang diwariskan kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup adalah kitab suci Al-Qur’an dan hadits.
Melalui momentum maulid ini, umat Islam diajak untuk merefleksikan makna mendalam dalam meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Salah satu pengamalan nyata yang paling dianjurkan adalah dengan memperbanyak bacaan istighfar setiap harinya.
Seluruh rangkaian acara keagamaan ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama. Doa penutup tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Zein sebagai tanda selesainya peringatan maulid di Grogol Selatan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan santap bersama warga, mempererat tali silaturahmi antarwarga Grogol Selatan dan sekitarnya.









