HARIAN EXPRESS JAKARTA – Arus lalu lintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang drastis pada momen libur panjang akhir pekan ini, tepatnya pada hari Kamis (14/5/2026).
Guna mengantisipasi potensi kemacetan parah, Kepolisian Resor (Polres) Karawang langsung merespons cepat dengan menyiagakan sebanyak 66 petugas keamanan di lapangan. Para personel tersebut memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kelancaran jalur darat vital yang menghubungkan ibu kota dengan berbagai daerah di wilayah Jawa Barat hingga timur Pulau Jawa.
Puluhan petugas kepolisian ini secara strategis disebar ke berbagai titik rawan penumpukan kendaraan, baik itu di dalam area jalan bebas hambatan maupun di sepanjang jalur arteri wilayah Kabupaten Karawang. Anggota yang bertugas mengemban peran krusial untuk memantau pergerakan mobil, mengatur laju lalu lintas secara manual, serta memberikan penanganan darurat dengan cepat apabila timbul hambatan di tengah perjalanan. Selain menerjunkan personel, pihak berwajib secara resmi memberlakukan rekayasa contraflow mulai dari titik Kilometer 47 hingga Kilometer 65 menuju arah Cikampek guna menekan kepadatan lalu lintas.
Penerapan sistem lawan arah sementara ini dipandang sebagai jalan keluar paling efektif melihat tingginya pergerakan warga yang hendak berlibur. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Karawang, AKP Sudiarto, menegaskan bahwa gelombang kepadatan sudah terlihat secara masif semenjak pagi hari. Sebagian besar pengguna jalan bebas hambatan ini terpantau didominasi oleh kendaraan wisatawan atau pemudik yang berencana pergi menuju arah wilayah Bandung maupun Provinsi Jawa Tengah.
“Volume kendaraan mengalami peningkatan cukup signifikan pada momentum libur panjang ini. Untuk mengurai kepadatan, contraflow diberlakukan dari Km 47 sampai Km 65 arah Cikampek,” terang AKP Sudiarto saat memberikan keterangan pada hari yang sama.
Pengawasan arus lalu lintas ini rupanya tidak hanya terpaku pada laju kendaraan di lajur utama tol. Pihak kepolisian juga terus menjaga komunikasi dan berkoordinasi secara ketat dengan tim pengelola tempat istirahat atau kawasan rest area yang tersebar di wilayah operasi mereka. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah proaktif guna membendung antrean mobil masuk yang sering tumpah hingga menutup akses bahu jalan utama.
“Apabila kapasitas parkir di rest area sudah penuh, maka akan diterapkan sistem buka tutup secara situasional agar tidak menimbulkan antrean panjang di bahu jalan tol,” imbuh Sudiarto menjelaskan strategi pengendalian tambahan di lapangan.
Mekanisme pengaturan jalan raya ini disesuaikan secara dinamis mengikuti keadaan faktual di lapangan, dengan memanfaatkan teknologi radar serta jaringan kamera pengawas CCTV. Para petugas di jalan juga secara masif mengingatkan seluruh pengendara agar senantiasa memastikan kondisi mesin kendaraan dalam performa prima serta selalu menjaga jarak aman. Silakan pantau terus perkembangan informasi lalu lintas terkini dari arahan petugas di lapangan agar momen liburan Anda terbebas dari hambatan perjalanan.