Friday, 04 September 2026
Hot

Pramono Anung Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Generasi Muda Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan peran vital pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia unggul dan memutus rantai ketidakberuntungan di keluarga.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di ibu kota. Menurutnya, pendidikan berperan penting untuk membuka kesempatan dan memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga, Kamis ( 3/9/2026 ).

Pramono mengungkapkan keyakinannya bahwa sekolah menempati posisi nomor satu dalam upaya memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga. Ia juga menilai acara seperti Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Provinsi DKI Jakarta 2026 sangat efektif untuk merangsang, merespons, serta mendorong anak-anak agar berani tampil dan menyampaikan gagasan.

Optimisme Gubernur DKI Jakarta ini muncul dari potensi yang ditunjukkan oleh anak-anak dalam HANJABA DKI 2026. Ia meyakini kekayaan sumber daya manusia atau anak di Jakarta akan menjadikan kota ini semakin tangguh di masa depan.

Article ad in the middle of article

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menjelaskan bahwa HANJABA dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk berpikir, berimajinasi, dan berkarya. Antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dengan 1.640 anak mendaftar sejak 28 Juli 2026, jumlah terbanyak sepanjang penyelenggaraan lomba.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, sebanyak 488 peserta terbaik terpilih mengikuti babak kompetisi pada 20, 21, dan 24 Agustus 2026. Lomba tersebut mencakup berbagai cabang seperti menggambar, bertutur, membaca puisi, membuat komik strip, pantun, pidato Bahasa Inggris, fotografi, dan menulis, yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA/SMK/MA.

Nasruddin menambahkan bahwa beragam cabang lomba ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan literasi sesuai cara mereka masing-masing. Karya-karya peserta juga menampilkan pandangan generasi muda terhadap Jakarta melalui pengalaman, ingatan, dan harapan mereka.

Article ad after last paragraph