Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, JAKARTA — Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi potensi penyakit musiman terus digalakkan oleh warga di tingkat rukun warga, Jum’at (26/6/2026).
Hal ini tercermin dalam aksi gerakan “Jum’at Bersih” yang digelar secara kolaboratif oleh elemen masyarakat di kawasan Jalan Rawa Simprug VI, RT 12 RW 09, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang dipusatkan di kediaman salah seorang warga, Ibu Munawaroh, ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Koordinator Lapangan (Korlap) Jumantik, hingga puluhan kader Jumantik dan Dasawisma setempat.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ibu Sriyati selaku pemandu acara (master of ceremony), yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pengarahan strategis terkait manajemen lingkungan skala rumah tangga.
Dalam arahannya, Anggota LMK RW 09, Ibu Mas’amah, menekankan pentingnya konsistensi warga dalam menerapkan sistem pilah pilih sampah dari rumah. Menurutnya, pemisahan antara sampah organik dan anorganik secara mandiri oleh warga tidak hanya membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga bernilai guna jika dikelola dengan baik melalui bank sampah.
Selaras dengan isu kebersihan, Korlap Jumantik RW 09, Ibu Intan Nuraini, memberikan penekanan khusus mengenai kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia menginstruksikan seluruh kader dan warga untuk memperketat pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang). Langkah preventif ini dinilai krusial untuk memutus mata rantai pembiakan nyamuk Aedes aegypti di area pemukiman.
Melengkapi rangkaian pembekalan, Sekretaris PKK RW 09, Ibu Sungkawati, turut memberikan arahan dan motivasi kepada para kader Dasawisma untuk tetap aktif menjaga soliditas serta menjadi motor penggerak pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.
Rangkaian aksi sosial dan edukasi lingkungan ini kemudian ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Nurmi. Gerakan Jum’at Bersih ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi wilayah lain di Jakarta untuk terus menjaga ketahanan kesehatan berbasis komunitas.
