Wednesday, 09 September 2026
Hot

Udara Jakarta Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif

Kualitas udara Jakarta berada pada poin 117 dan masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif pada Rabu pagi berdasarkan data IQAir pukul 05.00 WIB.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Kualitas udara Kota Jakarta berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan indeks 117 menurut pantauan situs IQAir pada pembaruan pukul 05.00 WIB, Rabu (09/09/2026).

Konsentrasi polutan PM 2,5 di ibu kota tercatat sebesar 42 mikrogram per meter kubik, setara 8,4 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada saat yang sama, kadar PM10 berada pada angka 27,5 mikrogram per meter kubik.

Masyarakat dari kelompok rentan disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta menutup jendela demi menghindari udara kotor. Saran kesehatan lainnya meliputi pembatasan kegiatan luar ruangan hingga mengaktifkan alat penyaring udara di dalam ruangan.

Article ad in the middle of article

Berdasarkan catatan indeks tersebut, mutu udara Jakarta menempati peringkat ketujuh terburuk di Indonesia. Posisi polusi yang lebih tinggi diduduki oleh Pontianak dengan poin 374, Palembang 209, Pekanbaru 184, Jambi 172, Palangkaraya 172, dan Serpong 126.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan penyiraman dan operasi water mist guna mengendalikan penyebaran partikulat debu. Evaluasi pemantauan pada 6-7 September 2026 memperlihatkan sebaran konsentrasi PM10 tinggi di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan mulai menyusut.

Penyusutan sebaran area polusi tinggi untuk indikator PM2.5 juga terpantau di sebagian area Jakarta Utara serta Jakarta Timur. Kendati demikian, beberapa kawasan seperti Kembangan dan Kebon Jeruk dilaporkan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Article ad after last paragraph