Thursday, 10 September 2026
Hot

Pemprov DKI Tata Kabel Semrawut

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata kabel semrawut ke bawah tanah melalui program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu.

Article ad before first paragraph

Achmad Fauzan Penulis

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata kabel semrawut ke bawah tanah untuk mengubah wajah ibu kota, Kamis (10/9/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (10/9). Proyek ini bertujuan untuk memindahkan ribuan kilometer kabel udara yang semrawut ke dalam tanah.

Upaya pembenahan utilitas tersebut merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bekerja sendiri karena turut menggandeng pihak swasta agar penataan di sepanjang 6.500 kilometer dapat berjalan maksimal.

Article ad in the middle of article

“Merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” ujar Pramono Anung.

Ia meyakini bahwa langkah penurunan kabel ini memiliki daya tarik secara bisnis sehingga mampu menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan di Jakarta. Saat ini, pemindahan fokus pada kabel jaringan komunikasi, sementara kabel listrik masih memerlukan waktu tambahan.

Pramono telah menginstruksikan Kepala Dinas Bina Marga dan Badan Usaha Milik Daerah untuk menyusun perencanaan jangka panjang yang strategis. Targetnya, penataan total kabel ke bawah tanah ini dapat selesai dalam jangka waktu lima tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo menjelaskan bahwa instansinya menyiapkan dana sebesar Rp90 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan SJUT sepanjang 16,9 kilometer yang mencakup 10 titik ruas jalan.

“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar, sepanjang 16,9 kilometer,” ujar Heru Suwondo.

Adapun 10 titik ruas jalan tersebut meliputi Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Dr. Soepomo, Jalan KH Abdullah Syafei, dan Jalan Dr. Saharjo. Lokasi pengerjaan juga mencakup Jalan Pemuda, Jalan Otista, Jalan Tebet Barat Dalam Raya, Jalan Matraman Raya, serta Jalan Jatinegara.

Heru menambahkan, pengerjaan di Jalan Soepomo ditargetkan rampung pada bulan Desember mendatang. Dinas Bina Marga juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi.

Article ad after last paragraph